
Halmaheranesia – Puluhan warga Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, menggelar aksi terkait pemutusan aliran air oleh PDAM di sejumlah tempat ibadah pada Minggu, 22 September 2024.
Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Dispar janji manis dan bafoya”.
Koordinator aksi, Harianto Hardi, menjelaskan bahwa pemutusan ini terjadi di satu masjid dan tiga musala. Ia menyatakan, pemutusan air itu tidak ada koordinasi dari PDAM dengan warga setempat.
“Kami menggelar aksi ini karena pemutusan air PDAM di 4 tempat ibadah. Satu di masjid dan tiga di musala” katanya.
Harianto menambahkan bahwa meskipun sebelumnya sudah ada pemasangan air, pihak PDAM melakukan pemutusan tanpa pemberitahuan.
Ia mengaku, dalam pertemuan sebelumnya dengan Dinas Pariwisata, pihak dinas menyampaikan bahwa masalah air di tempat ibadah menjadi tanggung jawab mereka, terutama terkait pengelolaan Destinasi Wisata Tolire Besar di Takome.
“Masalah pemutusan air sudah berlangsung lama akibat penunggakan pembayaran, dan kami telah melakukan protes serta negosiasi berkali-kali, namun tidak ada progres,” jelasnya.
Harianto juga menegaskan bahwa pemutusan air di tempat ibadah sangat menyulitkan warga, terutama bagi pengunjung yang ingin salat.
Ia meminta pertanggungjawaban dan kejelasan mengenai penunggakan pembayaran air dari Dinas Pariwisata serta mendesak penyelesaian masalah ini.
“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, kami warga Takome akan berupaya mengambil alih pengelolaan destinasi wisata Tolire Besar secara mandiri,” tegasnya.
“Protes kami ini murni merupakan keresahan warga dan tidak ada tendensi politik apapun,” pungkasnya.
_____
Reporter : Andri R Mansur