Halmaheranesia – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku Utara melakukan kunjungan ke SMP Negeri 1 Halmahera Utara untuk meninjau proses pembelajaran bagi siswa disabilitas.
Sebanyak 11 siswa disabilitas, bersama dengan para guru, kepala sekolah, jurnalis, influencer, Dinas Pendidikan Halmahera Utara, dan pihak BPMP, terlibat dalam kegiatan ini.
Para guru diberikan kesempatan untuk mempresentasikan metode pengajaran khusus bagi siswa disabilitas kepada BPMP dan Dinas Pendidikan.
Yuliana Hidang, Guru Bimbingan Konseling di SMP Negeri 1 Halmahera Utara, menjelaskan bahwa 11 siswa disabilitas ini telah menerima pembelajaran yang didesain secara khusus di dalam kelas.
“Para siswa dibagi dalam beberapa kelas, dan metode pembelajaran dirancang dengan konsep diferensiasi, yang artinya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa,” jelas Yuliana pada Sabtu, 19 Oktober 2024.
Ia juga menambahkan, bahwa capaian dan hasil belajar siswa disabilitas berbeda-beda, tergantung pada tingkat inklusi masing-masing.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Halmahera Utara, Jantje, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bertujuan untuk memantau layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus, terkait proses pembelajaran.
“Pendidikan adalah hak asasi manusia yang harus diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Jantje juga menekankan pentingnya pendidikan inklusif dalam menjawab kebijakan Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran berdiferensiasi.
“Ini adalah upaya untuk menghindari diskriminasi di sekolah dan memastikan pendidikan setara bagi semua siswa, baik siswa normal maupun siswa disabilitas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum BPMP, Erwin Umasugi, memberikan apresiasi kepada para guru atas kerja keras mereka dalam memberikan pemahaman kepada siswa disabilitas.
“Pendidikan bagi siswa disabilitas harus disampaikan secara khusus agar lebih mudah dipahami. Kami dari BPMP akan terus mendukung upaya ini,” ungkap Erwin.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan potensi diri para siswa disabilitas dan perlunya model pembelajaran yang lebih adaptif agar dapat lebih mudah dipahami oleh mereka.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan setara,” pungkasnya.





