
Halmaheranesia – Inkubator Space bersama beberapa komunitas di Kota Ternate, Maluku Utara, menggelar pekan merawat gastronomi sebagai bentuk mengenalkan tradisi kuliner secara luas. Kegiatan ini berlangsung di Benteng Oranje, Selasa, 29 Oktober 2024.
Sebelumnya, kegiatan tersebut sudah terlaksana di dua kelurahan, yakni Kelurahan Tongole, tepatnya di lokasi Cengkeh Afo, dan Kelurahan Soa. Hari ini merupakan rangkaian puncak kegiatannya.
Di Cengkeh Afo, peserta belajar tentang makanan rimo-rimo dari ibu-ibu Komunitas Cengkeh Afo. Sementara hari kedua dan ketiga, belajar terkait jamuan adat, makanan saro-saro dan lainnya.
Baca berita terkait: Gastronomi Ternate: Aroma Masakan Leluhur di Cengkih Tertua Dunia
Zandry Aldrin, koordinator kegiatan ini menyampaikan, pekan merawat gastronomi adalah bagian dari kolaborasi beberapa komunitas yang bergerak pada isu kota kreatif.
“Dalam komunitas, kami punya visi yang sama, mendorong Ternate sebagai kota kreatif, dan mengenalkan isu gastronomi lokal ke anak-anak muda, agar identitas kita tetap hidup serta selalu terjaga,” ucap Zandry.
Selain itu, kata dia, kegiatan ini akan terus berlanjut, gastronomi bakal selalu menjadi isu yang digaungkan dalam setiap kegiatan yang mereka laksanakan.
“Sepanjang kegiatan apapun yang kami buat, isu gastronomi menjadi hal yang diprioritaskan, targetnya Ternate bisa masuk sebagai salah satu kota kreatif dunia, selain mengenalkan isu ini, harapannya ada dukungan dan kesadaran anak muda biar sama-sama mendorong hal ini,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengaku senang serta mengapresiasi kegiatan kolaborasi dari beberapa komunitas yang berupaya menghidupkan isu gastronomi.
“Saya turut mengapresiasi teman-teman komunitas yang berinisiatif mengenalkan isu gastronomi ini, hal ini sangat penting dan berarti bagi Pemerintah Kota Ternate, karena ini bagian dari bagaimana menguatkan city branding Ternate sebagai kota rempah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, gastronomi itu dimulai dari hulu hingga ke hilir, dan ada ekosistem kolaborasi yang dibangun tentang kuliner ini.
Membahas city branding, kata Rizal, tidak hanya sebatas tagline, tapi bagaimana memperkuat simpul kreatif untuk lebih eksis lagi bercerita tentang rempah di Kota Ternate.
“Pemerintah di tahun ini ada beberapa kegiatan yang didorong untuk memperkuat city branding, misalnya peta rempah, dan hari ini gastronomi kita persiapkan dua tahun lagi, target kita adalah Ternate bisa masuk pada jejaring kota kreatif UNESCO, pembahasan ini akan dikerucutkan pada tahun 2025,” pungkasnya.
____
Reporter: Andri R. Mansur