
Halmaheranesia – DPRD Kota Ternate menilai kinerja PT Intra Mulia Multiteknologi (PT IMM) dan Disperindag Kota Ternate belum maksimal dalam pengelolaan retribusi pasar berbasis digitalisasi.
“Jika PT. IMM tidak mampu mengelola retribusi dengan baik, target Rp 15 miliar Pemkot Ternate pasti meleset,” ucap Anggota Komisi I DPRD Kota Ternate, Muhammad Ghifari Bopeng, usai rapat di DPRD Kota Ternate, Kamis, 5 Desember 2024.
Ghifari menyebutkan, lemahnya sumber daya manusia di Disperindag sebagai salah satu faktor penghambat.
“Disperindag harus lebih serius, karena ini menyangkut pendapatan daerah. Jika SDM-nya lemah, jangan harap target bisa tercapai,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, DPRD menegaskan perlunya sinergi antara PT. IMM dan Disperindag untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan retribusi pasar. Sebab tanpa perbaikan signifikan, capaian PAD Kota Ternate akan jauh dari harapan.
“DPRD meminta PT. IMM dan Disperindag segera berbenah. Jika kinerja mereka tetap seperti ini, upaya Pemkot untuk menggenjot PAD hanya jadi wacana,” pungkas Ghifari.