Halmaheranesia – Sekitar 30 rumah lebih di RT01/RW03, di Kompleks Sasa Puncak (Saspun), Kelurahan Sasa, Kota Ternate, akhirnya akan menikmati fasilitas air bersih.

Sebelumnya, warga hanya bergantung pada air hujan dan membeli air profil seharga Rp 75 ribu, yang kerap harus dibeli dua kali dalam seminggu.

Program penyediaan air bersih atau Sistem Penyediaan Air Bersih (SPAM) ini terlaksana berkat kerja sama antara Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Kota Ternate, melalui pemasangan jaringan pipa di wilayah tersebut.

Anggota Dewan Pengawas Perumda Akegale, Halid Thalib, mengungkapkan bahwa penanganan wilayah yang belum terjangkau jaringan air bersih menjadi prioritas.

“Itu hasil koordinasi PUPR dengan kami. Kami menyerahkan sejumlah lokasi yang belum menikmati air bersih, termasuk Sasa Puncak,” kata Halid saat dikonfirmasi, Rabu, 25 Desember 2024.

Ia mengaku, program tersebut bersumber dari anggaran sisa PUPR senilai Rp 300 juta. Sehingga dimanfaatkan untuk pemasangan jaringan pipa di area Sasa Puncak.

“Termasuk di Lingkungan Facei. Dua lokasi ini ada surat dari warga ke Perumda. Cuma Perumda belum bisa tanam jaringan (pipa), kebetulan ada sisa anggaran (PUPR) itu maka diarahkan kedua lokasi itu,” jelasnya.

Halid juga memastikan bahwa pada awal 2025, seluruh warga di kelurahan tersebut dapat menikmati fasilitas air bersih, sesuai dengan arahan Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, yang menekankan pemerataan akses air bersih.

“Pak Wali selalu menegaskan pentingnya pemerataan fasilitas air bersih untuk seluruh warga. Kami berharap target ini tercapai tepat waktu,” pungkasnya.

Sementara itu, Juma, seorang warga Sasa Puncak mengungkapkan rasa syukurnya atas masuknya jaringan pipa air bersih.

“Sekitar sepuluh tahun lebih sejak pemukiman mulai tumbuh di kompleks Saspun, belum pernah merasakan air bersih. Di sini hanya tampung air hujan dan beli air profil. Satu air profil Rp 75 ribu. Dan itu bisa dua kali beli dalam seminggu. Sekarang torang (kami) senang akhirnya pipa air bisa masuk, semoga awal tahun 2025 torang so (sudah) bisa menikmati,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *