
Halmaheranesia – Kondisi pelabuhan di area Pasar Ikan Gamalama di Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, tampak memprihatinkan.
Pantauan halmaheranesia pada Selasa, 31 Desember 2024 terlihat adanya dua perahu nelayan yang ditambatkan di area jembatan yang sudah keropos. Beberapa warga tampak menunggu kedatangan motor kayu untuk rute Ternate-Tidore.
Selain menjadi pusat distribusi ikan dan barang dagangan, pelabuhan ini juga melayani jalur transportasi laut untuk rute Ternate-Tidore, Ternate-Sidangoli, hingga Ternate-Jailolo.
Husen, salah satu buruh di Pelabuhan Pasar Ikan Gamalama menyatakan, pelabuhan ini sangat minim perbaikan.
“Pelabuhan ini sudah lama dibangun, tapi yang diganti hanya papannya saja. Tidak ada perbaikan secara menyeluruh,” ungkapnya.
Ketua Asosiasi Pedagang Ikan, Ayhar, mengaku kerusakan pelabuhan sering diperbaiki secara swadaya oleh pihak motoris kapal kayu maupun para nelayan.
“Pelabuhan itu awalnya dibangun untuk para nelayan maupun para pedagang ikan, tetapi menjelang waktu sudah ada aktivitas transportasi laut rute Ternate – Jailolo, bahkan ke Tidore,” ucapnya.
Ia menambahkan, sejauh ini tidak ada pemberlakuan retribusi untuk pelabuhan tersebut. Sehingga itu, tidak ada anggaran perbaikan untuk menunjang fasilitas.
“Memang kalau mau lihat seharusnya ada pembangunan pos untuk pemberlakuan retribusi, karena masuk wilayah pasar. Bahkan saya pernah bilang ke petugas pasar agar melakukan penagihan, biar ada pelayanan, baik bagi fasilitas di area pelabuhan ikan,” pungkas Ayhar.
____
Reporter: Musmaulana