02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Cerita Sherly Sebelum Ledakan Speedboat: Bau BBM-nya Berbeda, Agak Nyengit

halmaheranesia
Oktober 15, 2024 pada Kabar Daerah
Speedboat milik Benny Laos yang ditumpangi rombongan saat kampanye terbakar di pelabuhan Bobong, Taliabu. Foto (Istimewa)

Halmaheranesia – Sherly Tjoanda, istri mendiang calon gubernur Maluku Utara, Benny Laos, bercerita detik-detik sebelum terjadi ledakan speedboat di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, pada Sabtu, 12 Oktober 2024 lalu.

Dalam suasana duka itu, Sherly mengaku sebelum kejadian, ia memang mencium bau bahan bakar minyak (BBM) yang agak berbeda, tidak seperti biasanya.

Mulanya, ia duduk bersama Benny Laos. Namun karena merasa lama menunggu belum juga berangkat, ia pun memilih masuk ke kamar untuk istirahat.

“Tapi karena saya nunggu kelamaan, saya masuk ke kamar buat istirahat, kemudian saya ketiduran, pada saat saya bangun lagi mereka bilang sudah isi BBM. BBM baunya tidak seperti biasanya, memang agak bau berbeda, agak nyengit,” tutur Sherly, Senin, 14 Oktober 2024.

Lalu ia pun berpikir untuk mau keluar dari kamar. Saat akan keluar, asistennya memintanya untuk masuk kembali karena di luar juga tercium bau tersebut.

“Asisten saya bilang Ibu masuk aja di dalam, di luar bau, akhirnya saya masuk ke dalam,” kata Sherly.

Tidak lama, tiba-tiba speedboat tersebut pun meledak dan Sherly terlempar ke depan speedboat. Saat meledak, posisi kamar pun sudah terbelah atau terbuka.

“Saya nyari Bapak, mau nyelam balik cari Bapak, tapi kaki saya gak bisa gerak, dan semua orang menarik saya untuk naik ke atas,” ungkapnya.

Sherly lalu dibawa ke Puskesmas, dan Benny Laos dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong.

“Singkat cerita akhirnya saya maksa saya harus diantar ke rumah sakit, saya tidak tenang, akhirnya prosesnya agak lama, 30 menit, pokoknya setahu saya tiba, Bapak sudah tiba duluan 1 jam,” ucapnya.

Ia mengaku, dari cerita orang-orang di lokasi kejadian, suaminya tenggelam sudah sekitar 4 menit sejak ledakan terjadi.

“Ketemunya (Benny Laos) karena sudah mengambang (di laut). Waktu saya datang, Pak Benny masih punya denyut jantung. Saya berdoa minta mukzizat, saya panggil nama Tuhan,” ceritanya, tak mampu menahan kesedihannya.

Dalam insiden ini, 22 korban berhasil dievakuasi, dan dinyatakan meninggal enam orang, termasuk calon gubernur Maluku Utara, Benny Laos. Saat kejadian, rombongan Benny Laos baru saja berkampanye dan hendak melanjutkan perjalanan ke titik kampanye berikutnya.

Lima korban lainnya adalah Ester Tantri, anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Mubin A. Wahid, Ketua DPW PPP Maluku Utara, serta Nasrun, Mahsudin Ode Muisi, dan pengawal pribadi calon bupati Kepulauan Sula, Hamdani Buamonabot.

Sementara calon bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes juga selamat dari insiden ini, tapi mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan sedang dalam penanganan medis.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU