
Halmaheranesia – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Program Ormawa Membangun Negeri (POMN) 2024 bertema: ‘Sentra Produk Olahan Sagu Desa Kepulauan Indonesia Melalui Pemberdayaan Kelompok Perempuan Pulau Hiri’.
Program ini didanai oleh Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi dan bertujuan meningkatkan keterampilan dan kontribusi mahasiswa serta perguruan tinggi terhadap pengembangan desa, khususnya di wilayah kepulauan, dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Wildawati Y. Abhar, mahasiswa Fakultas Budaya Unkhair mengatakan, kegiatan ini berfokus pada pengembangan sentra produk olahan sagu di desa kepulauan dan pulau kecil, dengan sasaran utama meningkatkan peran perempuan dalam perekonomian desa.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga melalui pemberdayaan perempuan, membentuk kelembagaan kelompok usaha wanita skala rumah tangga, dan memperluas jaringan kemitraan serta akses pasar yang lebih luas.
“Kegiatan ini berlangsung sejak Juli hingga November 2024 di Kelurahan Faudu, Pulau Hiri,” kata Wildawati, melalui rilisnya, Jumat, 18 Oktober 2024.
Ia mengaku, masyarakat lokal, khususnya kelompok wanita, dilibatkan dalam berbagai rangkaian pelatihan, di antaranya meliputi sosialisasi manajemen tata kelola keuangan, strategi pengembangan dan pengemasan produk, prosedur pengurusan izin P-IRT, strategi dan teknik pemasaran digital, pelatihan pembuatan produk olahan sagu seperti sagu stir, serta pembentukan kelompok usaha wanita yang fokus pada produksi olahan sagu.
“Target pelatihan ini untuk pembuatan produk olahan pati sagu dan singkong untuk kelompok usaha wanita dan petani singkong di Pulau Hiri,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, pelatihan ini juga mencakup penguatan kelembagaan berupa manajemen keuangan, manajemen administrasi, serta strategi untuk memperluas jaringan kelembagaan dan akses permodalan di luar Pulau Hiri.
“Pada tahun kedua (2025), diharapkan ada peningkatan jumlah produksi dan pendapatan anggota kelompok usaha wanita, serta perluasan jaringan pemasaran ke luar kota Ternate,” katanya.
Selain itu, target lainnya adalah pembentukan kelompok usaha wanita baru. Pada tahun ketiga (2026), diharapkan kelompok usaha wanita dan petani singkong perempuan dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan melalui pengelolaan sentra produk olahan sagu.
Ia menambahkan, program ini mendapat bimbingan langsung dari Noor Fahmi Pramuji. Sehingga, keterlibatan mahasiswa UKM FIB ini diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen program bagi organisasi mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi adaptif terhadap permasalahan masyarakat.
“Melalui program ini, diharapkan kelompok usaha wanita skala rumah tangga di Pulau Hiri dapat lebih berdaya, dengan kapasitas kelembagaan yang kuat terkait akses modal, jaringan kemitraan, dan akses pasar di luar Pulau Hiri,” pungkasnya.