
Halmaheranesia – Buku antologi puisi karya Wahyuddin D. Gafur atau WDGafoer berjudul Gapolida yang diterbitkan oleh penerbit Jejak Pustaka resmi diluncurkan melalui pada Sabtu, 16 November 2024.
Gapolida adalah buku kedua karya WDGafoer. Buku ini merupakan antologi puisi dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Ternate yang diterjemahkan oleh Taufik Ayub.
Dalam sesi peluncuruan yang disertakan dengan diskusi ini dihadiri oleh para akademisi, penyair, komunitas, dan anak-anak muda Ternate. Hadir pula juga dua pembicara, Rafli Marwan dan Zainuddin M. Arie atau akrab dikenal Ayah Arie.
Wahyuddin D Gafur menuturkan, Gapolida adalah gabungan suku kata antara Gapo dan Lida, yang berarti ikan gapo sementara lida adalah sebutan bahasa Melayu Ternate.
Gapolida sendiri dimaknai ketika ada nyanyian mantra-mantra tradisi para nelayan di Ternate saat melakukan aktivitas pergi untuk melaut.
“Buku ini kebanyakan diambil dari cerita kehidupan orang Hiri, selama enam bulan di sana, saya mulai mendengar dan menulis, karena merasa ada banyak cerita-cerita kehidupan orang Hiri yang saya sama sekali belum mendengarnya,” ujar Udi.
“Buku ini lebih menarik ketika bertemu dengan Taufik Ayub, dimana ia sering menulis puisi dalam bahasa Ternate, akhirnya mendorong saya bersama Taufik untuk membuat buku puisi terjemahan bahasa Ternate,” tambahnya.
Sementara itu, Taufik Ayub mengatakan, bahwa menerjemahkan setiap puisi dengan kosa kata bahasa Indonesia ke dalam bentuk bahasa Ternate itu sebuah tantangan, butuh keseriusan juga ketelitian.
“Bahasa Indonesia setiap kata yang ditulis oleh Udi, sangat sulit menerjemahkan arti dalam bahasa Ternate. Makanya kita harus pahami betul-betul apa maksud dan isi sebenarnya dalam puisi itu,” kata Taufik.
____
Reporter: Musmaulana