
Halmaheranesia – Petani kangkung di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate, Maluku Utara, mengaku mengalami penurunan produksi karena dampak dari hujan deras beberapa hari ini.
Pantauan halmaheranesia pada Selasa, 10 Desember 2024, terlihat beberapa petani sedang memotong sebagian hasil kangkung. Sementara itu, lahan kangkung tergenang oleh air yang cukup tinggi dan sebagiannya tampak rusak.
“Saat ini produsi lagi menurun, karena hujan terus. Biar sudah ambur pupuk, tapi kalau kangkung banyak yang tergenang akan tetap rusak,” ucap Adi Santo Saha, salah satu petani.
“Biasanya kangkung rusak itu seperti daun berlubang, warnanya kuning dan daun dapa lia (dapat lihat) karibo (keriting) atau tergulung,” tambahnya.
Adi mengatakan, jika produksi kangkung lagi menurun maka mengalami kelangkaan di pasaran. Kisaran harga pun akan terjadi peningkatan.
“Hujan begini, di pasar akan orang cari susah, makanya kalau jual tiga ikat per Rp 10 ribu, dia bisa jadi sampai dua ikat Rp 15 ribu,” ujarnya.
Ia mengaku, kangkung memang dijual per ikat di pasar. Petani biasanya melepas harga per 30 ikat dengan biaya Rp 100 ribu.
“Maka 90 ikat sudah Rp 300 ribu hitungan per hari, jadi bisa lebih dari pendapatan itu dalam sehari,” pungkasnya.
____
Reporter: Musmaulana