13
Oktober
2026
Selasa - : WIB

Kabut Tebal Halangi Jarak Pandang, Speedboat Sofifi-Ternate Sempat Keluar Jalur

Andri R. Mansur
Oktober 12, 2026 pada Kabar Daerah
Tampak kabut asap tebal menyelimuti perairan Ternate, Sofifi, dan Tidore. Foto (Andri R Mansur/halmaheranesia)

Halmaheranesia – Sejumlah armada speedboat dengan rute Ternate-Sofifi disebut sempat mengalami gangguan pelayaran akibat kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Maluku Utara.

Pantauan halmaheranesia, Senin, 12 Oktober 2026, tepatnya di Pelabuhan Semut, yang terletak di Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate, tampak asap tebal menutupi pulau Tidore, Sofifi, hingga perairan atau rute pelayaran.

Akibatnya, sekitar dua speedboat dengan rute Sofifi-Ternate dilaporkan keluar jalur karena gangguan jarak pandang. Meski demikian, speedboat tersebut berhasil tiba di Pelabuhan Semut dengan selamat.

Salah satu motoris, Ozan, mengatakan kabut asap sangat menggangu aktivitas pelayaran. Perjalanan juga sangat memakan waktu karena jarak pandang yang sangat kabur.

“Kabut paling tebal itu pagi dan malam. Barusan dua speedboat sempat keluar jalur. Karena keluar jalur, satu speedboat kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan terpaksa harus pakai teman pe (punya) minyak,” ujarnya.

Ozan menyampaikan, bahwa beberapa speedboat yang mengalami gangguan jarak pandang karena masalah alat GPS atau perangkat elektronik yang menggunakan sistem satelit global positioning system untuk menentukan dan memantau lokasi.

“Kalau saya punya GPS, jadi sudah tandai jalur, tapi tong (kami) punya aktivitas pelayaran agak terganggu, yang khawatir itu waktu malam, karena sebagian speed tara (tidak) punya lampu, sebagai juga punya ada, ini tong khawatir,” katanya.

Ozan menyebutkan masalah tersebut telah berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Meski begitu, pelayaran tetap berjalan normal dan tak memengaruhi pendapatan mereka.

Sementara itu, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Sugandi membenarkan kejadian tersebut.

Sugandi menyampaikan, bahwa hanya satu speedboat yang dilaporkan keluar jalur, dan speedboat tersebut bernama RISGA 02. Ia menyebutkan pihaknya telah memanggil nahkoda untuk meminta penjelasan.

“Ternyata setelah kita panggil untuk melakukan pendalaman, navigasi atau kompas itu ada, hanya saja, nahkodanya yang belum memahami cara membaca arah kompasnya, dan tadi kami sudah menjelaskan,” jelasnya.

Sehingga itu, lanjut Sugandi, nahkoda tersebut sementara waktu diberikan istirahat selama satu bulan sambil diberikan pembinaan lebih lanjut.

“Nanti kalau nahkodanya sudah familiar atau terbiasa, baru diperbolehkan lagi membawa kapal speedboat. Untuk data yang keluar jalur, saat ini baru satu laporan speedboat yang kami terima,” pungkasnya.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU
close