Halmaheranesia – Talud rusak yang berlokasi di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate, Maluku Utara, belum dapat diperbaiki setelah dihantam banjir pada 13 Desember 2024 lalu.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate mengaku, saat ini masih menghitung anggaran pembangunan talud sepanjang 20 meter tersebut.
Selain talud itu, terdapat titik lain di kawasan yang sama sepanjang kurang lebih 80 meter yang hingga kini belum dapat dibuatkan talud.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Ternate, Ferry Handayani, menjelaskan bahwa proses perhitungan anggaran dan volume pekerjaan masih dilakukan oleh tim perencanaan.
“Pengambilan data baru dilakukan dua pekan lalu, dan saat ini masih diolah. Setelah selesai, barulah pembangunan dapat dilaksanakan,” ungkap Ferry, Selasa, 7 Januari 2025.
Ia mengaku, karena bencana terjadi di akhir tahun, anggaran pembangunan talud tidak sempat dimasukkan dalam APBD Induk 2025.
Meski demikian, lanjut dia, pembangunan direncanakan menggunakan Dana Tak Terduga (DTT) setelah proses perencanaan rampung.
“Karena waktunya di akhir tahun, usulan pembangunan baru tidak bisa diajukan. Untuk nilai anggarannya, kami masih menunggu hasil perhitungan,” pungkas Ferry.





