Halmaheranesia – Warga Lingkungan Buku Sandar 14, Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, mengeluhkan pelayanan air bersih. Pasalnya, sudah lebih dari sebulan warga di lingkungan tersebut tak menikmati air bersih.

Masalah itu membuat warga terpaksa membeli air profil atau tandon seharga Rp 60 ribu dengan kapasitas 1.200 liter. Mereka merasa berat karena hampir setiap hari membeli air untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan keperluan lainnya.

Tak lagi menahan susahnya air bersih, warga akhirnya beramai-ramai mendatangi kantor Perumda Ake Gaale untuk mempertanyakan penyebab tidak mengalirnya air bersih ke wilayah mereka.

“Air mati terus, bagaimana kami mau penuhi kebutuhan sehari-hari. Mau tidak mau kami harus beli air. Kemarin kami sudah ke kantor, mereka (pegawai Ake Gaale) bilang nanti akan dicek,” ujar Iksan, salah satu warga, Kamis, 15 Mei 2025.

Menanggapi keluhan warga, Sekretaris Dewas Perumda Ake Gaale, Halid Talib, langsung turun ke lokasi untuk meninjau dan mendengar langsung keluhan warga.

Ia menjelaskan, penyebab utama terhentinya aliran air adalah masalah teknis pada sambungan pipa.

“Kami sudah cek di lapangan dan ini murni soal teknis. Tapi kami akan segera perbaiki agar air bisa kembali mengalir dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan,” ujar Halid.

Ia juga meminta warga untuk segera melaporkan ke kantor jika mengalami gangguan serupa. Perumda Ake Gaale, katanya, telah menyiapkan mobil tangki air bersih secara gratis untuk memenuhi kebutuhan warga apabila terjadi kendala distribusi.

“Kami minta kerja sama dari warga. Jika ada persoalan seperti ini lagi, segera hubungi kantor agar bisa langsung ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *