
Halmaheranesia – Sejumlah mahasiswa dari organisasi Samurai Distrik Universitas Pasifik (Unipas) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati Pulau Morotai pada Rabu, 28 Mei 2025.
Koordinator aksi, Rian Takapa, mengatakan masalah kelangkaan BBM subsidi sudah sejak dari tahun 2017 sampai 2025. Sehingga itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dapat mengatasi masalah ini.
“Kemarin 9 sub agen yang diganti menjadi 18 pangkalan itu karena bermasalah, ternyata ketika kami turun di beberapa desa masih saja terdapat masalah serupa, dimana pengurangan kuota BBM subsidi masih saja terjadi,” kata Rian.
Ia menjelaskan, ada desa yang kuotanya satu ton, tapi setelah dicek ternyata mengalami kekurangan sebanyak 25 liter.
“Lebih parahnya ada sejumlah sub agen yang menipu para pengecer dengan cara membayar lebih dulu ke pangkalan. Namun sampai saat ini minyak tidak turun,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Pulau Morotai, Jufri Kube, ketika menemui massa aksi mengatakan, jika ada yang mengatongi bukti-bukti terkait penipuan, maka segera melaporkan ke pihak yang berwajib, karena ini ranahnya kepolisian.
“Soal kekurangan kuota ini, saya sudah pelajari dimana stok kita setiap trip mengalami fluktuasi di antara 200 sampai 220 ton,” pungkas Jufri.
____
Reporter: Risaldi