02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

PAD 2025 Semester 1 Menurun, DPRD Minta Pemkot Ternate Evaluasi OPD

halmaheranesia
Juli 12, 2025 pada Kabar Daerah
Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S Teng. Foto (Istimewa)

Halmaheranesia – DPRD Kota Ternate, meminta kepada pemerintah kota mengevaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu dikarenakan realisasi PAD tahun 2025 tidak mencapai target.

Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S Teng, mengatakan realisasi PAD tahun 2025 semester 1, triwulan I dan II, dari Januari sampai 30 Juni 2025 justru menurun dibandingkan realisasi di tahun 2024.

“Secara keseluruhan, PAD semester 1, triwulan I dan II baru mencapai 42, 41 persen atau Rp 61. 410.174.000 dari total target Rp 144, 818. 000.000,” kata Farijal, Jumat, 11 Juli 2025.

Selain itu, lanjut Farijal, target retribusi daerah tahun 2024 mencapai Rp 38.560.000.000. Realisasinya sebesar Rp 10.483.221.212 dan untuk target retribusi tahun 2025, senilai 38.800.000.000, Realisasinya baru 9.629.803.088. Artinya belum mencapai target.

“Untuk target retribusi tahun 2025 sebesar Rp 38.800.000.000, realisasinya Rp 9.629.803.088, targetnya menurun. Sementara retribusi pelayanan tempat khusus parkir tahun 2025 targetnya Rp 1 miliar, tapi realiasasi baru mencapai Rp 222.200.000,” ujarnya.

“Jika kita bandingkan dengan tahun 2024 khususnya retribusi pelayanan tempat khusus parkir targetnya juga sama Rp 1 miliar, tapi realisasinya di bulan Juni 2024 mencapai Rp 299.800.000, lebih tinggi dari realisasi saat ini,” sambungnya.

Ia menambahkan, retribusi pelayanan parkir tepi jalan umum di tahun 2025 juga menurun dibandingkan tahun 2024. Yang hampir mencapai 100 persen hanya retribusi pelayanan pasar yang sudah mencapai Rp 198.945.600, dengan hampir memenuhi target sebesar Rp 200 juta.

Menurutnya, target PAD 2025 menurun dibandingkan 2024, padahal saat itu belum ada penggunaan digitalisasi untuk pungutan dan pungutan parkir tepi jalan umum di sekitar Stadion Gelora Kie Raha (GKR) saat pertandingan sepak bola.

Ia merasa bingung karena sekarang pungutan di GKR sudah diterapkan, bukannya malah naik, tapi justru menurun.

Farijal menegaskan, agar OPD pengelola PAD lebih fokus dan lebih optimal lagi. Paling terpenting penerapan digitalisasi sudah harus dilakukan secara holistik, maupun diawasi secara maksimal, serta data potensi juga secara simultan dilakukan perbaikan.

“Kami berharap di bawah kepemimpinan Tauhid-Nasri, agar seriusi terkait penataan dan pencapaiaan PAD. Realisasi PAD pada semester 1, triwulan I dan II, di OPD pengelola PAD seharusnya sudah bisa dijadikan dasar evaluasi. Agar ke depan pencapaiaan PAD kita jauh lebih baik lagi dan dapat mewujudkan kemandirian fiskal kita,” pungkasnya.

_______

Reporter: Andri R. Mansur 

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU