
Halmaheranesia – Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai Moloku Kieraha (FKDAS-MKR) Maluku Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Babari Bacarita Bakodak Hiri” di Gedung Aula Nuku, Universitas Khairun (Unkhair) pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah komunitas serta instansi yang bergerak dalam bidang konservasi.
Kegiatan ini juga berhubungan dengan penguatan ekowisata di Daerah Aliran Sungai (DAS) Dorari Isa, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate.
Ketua Harian FKDAS-MKR Maluku Utara, Much. Hidayah Marasabessy, meyebutkan terdapat enam program besar atau enam Baileo (Rumah Besar) yang dirancang pihaknya untuk mengembangkan dan melihat potensi di Pulau Hiri.
Program besar tersebut terdiri dari penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia, tindakan advokasi, lokus kegiatan yang dilakukan, literasi kearifan lokalnya, cara mempublikasi dan menyuarakan suatu masalah, serta support asesmen.
“Dari enam program besar itu kami harap bisa berhubungan antara satu dengan yang lain, tapi kali ini kami lagi fokus upaya advokasi dan lokus kegiatan terkait kebutuhan di tingkat tapak, termasuk Pulau Hiri,” ungkap Much. Hidayah Marasabessy kepada halmaheranesia.
Ia menjelaskan, Pulau Hiri merupakan pulau kecil vulkanik yang sangat rentan bencana. Sehingga itu, pulau tersebut tidak harus ada lagi ekspansi ruang.
“Baik ekspansi pemukiman rumah maupun pembukaan lahan untuk bangunan rekayasa seperti pembangunan embung yang berada di Kelurahan Dorari Isa,” ucapnya.
Menurutnya, dalam mengatasi masalah bencana tersebut, pihaknya akan mengembangkan potensi ekowisata di Pulau Hiri, karena dapat memberikan dampak nilai tambah bagi ekonomi masyarakat.
“Advokasi kami, masyarakat Hiri mampu harus bertahan dari sebuah bencana, mulai dari memberikan kesadaran lingkungan. Maka melalui ekowisata inilah mampu mendorong nilai ekonomi masyarakat yang tidak merusak lingkungan,” jelasnya.
______
Reporter: Musmaulana