02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Distan Ternate Terus Tingkatkan Kualitas dan Produksi Pertanian

halmaheranesia
Agustus 19, 2025 pada Kabar Daerah
Pelatihan Sarana Pertanian 2025 di Kota Ternate, Maluku Utara. Foto ((Iksan Muhammad/halmaheranesia)

Halmaheranesia – Dinas Pertanian (Distan) Kota Ternate terus meningkatkan kualitas dan produksi pertanian, terutama untuk hortikultura.

Namun, tantangan yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan petani mengoperasikan alat mesin pertanian (alsintan), keterbatasan daya beli, hingga minimnya pengelolaan dan pemeliharaan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, menilai persoalan ini perlu segera diatasi agar produktivitas pertanian, khususnya hortikultura dapat meningkat.

“Peran strategis alsintan di Kota Ternate belum optimal. Karena itu dibutuhkan peningkatan kemampuan petani dalam mengoperasikan sekaligus merawatnya,” ujar Thamrin saat membuka Pelatihan Sarana Pertanian 2025 di Hotel Surya Pagi, Selasa, 19 Agustus 2025.

Menurutnya, optimalisasi penggunaan alsintan tidak hanya mendorong efisiensi dan menekan biaya produksi, tetapi juga membantu petani menghadapi kelangkaan tenaga kerja di lapangan. Keberadaan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) pun dinilai penting sebagai solusi alternatif.

“UPJA tidak sekadar menyediakan alsintan, tetapi juga memperkuat kelembagaan petani dan menjawab keterbatasan tenaga kerja di tingkat kelurahan,” tambahnya.

Thamrin juga menegaskan, peningkatan produksi pertanian harus ditopang oleh empat faktor utama: sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi, dan kelembagaan kelompok tani.

“Penerapan teknologi saja tidak cukup. Harus ada penguatan SDM dan kelembagaan agar pertanian kita benar-benar berdaya saing,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan kebijakan peningkatan produksi pertanian dapat ditempuh melalui berbagai langkah, seperti perluasan areal tanam (PAT), pengelolaan tanaman terpadu (PTT), peningkatan indeks pertanaman (IP), pengembangan kemitraan agribisnis, serta penerapan teknologi tepat guna.

“Keberhasilan peningkatan produksi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga harus ditopang oleh empat faktor utama: sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi, dan kelembagaan kelompok,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua panitia pelatihan, Sumanto Basahona, menyebutkan tujuan pelatihan adalah untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian di Kota Ternate.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan SDM petani, khususnya dalam pemeliharaan alat dan mesin pertanian, baik di tingkat kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan),” ujarnya.

Menurut Sumanto, pelatihan ini diharapkan dapat memaksimalkan kapasitas serta efisiensi penggunaan alat pertanian. Selain itu, juga untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengelola bantuan sarana pertanian melalui Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang bersumber dari APBN maupun APBD Kota Ternate.

“Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Ternate serta Dinas Pertanian Kota Ternate,” pungkasnya.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU