02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Kemendikdasmen Kucurkan Rp 66 Miliar untuk Revitalisasi Pendidikan Maluku Utara

halmaheranesia
November 3, 2025 pada Kabar Daerah
Gubernur Sherly bersama Sekjen Dikdasmen, Suharti memantau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK Negeri 1 Kota Ternate. Foto (Istimewa)

Halmaheranesia – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 66 miliar untuk mendukung program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di Provinsi Maluku Utara tahun 2025.

Bantuan tersebut disalurkan untuk 54 sekolah di seluruh kabupaten/kota, mencakup peningkatan fasilitas fisik seperti ruang kelas, laboratorium, sanitasi, serta infrastruktur pendukung digitalisasi pembelajaran.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengatakan bantuan ini merupakan bagian dari program nasional revitalisasi pendidikan menengah yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Salah satu penerima bantuan adalah SMKN 1 Ternate dengan total nilai Rp 2,9 miliar untuk perbaikan atap, platform, dan fasilitas sanitasi. Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah,” ujar Gubernur Sherly saat bersama Sekjen Dikdasmen, Suharti, memantau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK Negeri 1 Kota Ternate, Senin, 3 November 2025.

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan data 100 sekolah yang akan diajukan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi lanjutan melalui sistem DAPODIK tahun 2026.

“Karena tahun ini ada pemotongan anggaran sebesar Rp 800 miliar, maka dari APBD kami hanya bisa mengalokasikan sekitar Rp 10 miliar untuk renovasi sekolah. Harapannya, tahun depan dukungan pusat dapat diperluas agar pemerataan fasilitas pendidikan bisa lebih cepat tercapai,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan, terutama melalui program digitalisasi sekolah dan penyediaan akses internet di wilayah 3T.

“Kami melihat dukungan dari Pemprov Malut luar biasa. Beberapa sekolah di daerah tanpa jaringan sudah difasilitasi perangkat satellite link, yang membantu pelaksanaan pembelajaran berbasis digital,” kata Suharti.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk mempercepat pemerataan infrastruktur pendidikan di Maluku Utara.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU