Halmaheranesia – Aksi protes warga Banemo, Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Kamis, 24 September 2026, atas penangkapan lima warga yang diduga terlibat dalam konflik dengan Desa Sibenbobo berujung bentrok deng kepolisisan.
Pihak polisi pun menembak gas air mata ke tengah-tengah perkampungan.
Masalah ini bermula dari kasus pembunuhan warga Desa Banemo, Ali Daud, yang belum menemukan titik terang, beberapa bulan sebelumnya. Warga kemudian melayangkan protes, hingga berujung pada konflik dua desa. Ada sejumlah rumah di Desa Sibenpopo yang terbakar dalam konflik tersebut.
Polisi lalu menangkap sejumlah orang Banemo yang diduga terlibat dalam konflik tersebut. Warga yang tak terima kemudian menggelar aksi protes hingga berujung pada penembakan gas air mata.
Menanggapi insiden tersebut, Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Hadi Poerwanto, membenarkan adanya aksi protes dari warga Desa Banemo.
”Ya, ada protes masyarakat setempat terhadap penegakan hukum di Desa Banemo tadi jam 09.00 pagi. Sekarang alhamdulillah sudah reda dan kondusif,” ujar Hadi, Kamis, Kamis 24 September 2026.
Meski situasi dilaporkan telah terkendali, tuntutan warga terkait penuntasan kasus pembunuhan masih menjadi tanda tanya besar bagi keluarga dan masyarakat Desa Banemo.





