
Halmaheranesia – Sejumlah dosen di Universitas Khairun (Unkhair) akan menggelar aksi tuntutan terkait tunjangan kinerja (tukin) pada Senin, 3 Januari 2025.
Mereka mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) agar segera membayarkan tukin yang merupakan hak seluruh dosen ASN di seluruh Indonesia.
Seperti diketahui, sudah lima tahun tukin para dosen tidak dibayarkan sehingga memicu kemarahan serta protes dari sejumlah dosen di Indonesia, begitu juga dosen Unkhair di Kota Ternate, Maluku Utara.
Dosen Unkhair, Safrudin Amir, mengatakan besok pihaknya akan mengelar aksi secara nasional, mulai dari Aceh sampai Papua, dengan misi dan tuntutan yang sama agar tukin dosen dapat dibayarkan sepenuhnya, karena itu merupakan hak mereka.
“Kami mengatasnamakan Aliansi Dosen ASN Kemendikti Saintek (ADAKSI) untuk wilayah Maluku Utara, skemanya dikembalikan ke kampus masing-masing. Sehingga besok akan melibatkan beberapa fakultas (untuk aksi),” ucap Safrudin saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Minggu, 2 Februari 2025.
Safrudin menyampaikan, ada aspek keadilan yang diperjuangkan pihaknya. Sehingga itu, protes dan tuntutan ini bukan membenci negara. Namun, justru mencintai negara.
“Kementerian yang lain tidak pernah mempertimbangkan itu, hak mereka sudah terbayarkan, lalu kita belum ini harus dipertanyakan. Karena kami juga punya indikator kerja, setiap semester sudah terhitung dalam Beban Kinerja Dosen (BKD) sebagai ukuran kerja dosen menjalankan kewajiban tri darmanya. Artinya beban kerja dosen sudah terpenuhi,” pungkasnya.
_____
Reporter: Andri R. Mansur