Halmaheranesia – Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, mengungkapkan sejumlah penyebab stagnasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya karena lemahnya pembaruan data potensi pendapatan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal ini disampaikannya dalam rapat evaluasi capaian PAD bersama OPD pengelola pada Selasa, 30 Juli 2025 lalu. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya pembaruan data agar target PAD ke depan lebih terukur.

“Saya minta kepada seluruh OPD untuk update kembali data potensi supaya bisa tetapkan target PAD tahun berikut,” ujar Nasri.

Ia secara khusus menyoroti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD). Meski capaian sektor pajak dan PBB dinilai sudah cukup baik, namun Nasri menilai Disperindag masih perlu pembenahan data secara menyeluruh.

“Data potensi paling penting itu di Disperindag, harus segera diperbaiki,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, Nasri juga menyampaikan bahwa realisasi PAD terendah saat ini berasal dari Dinas Perhubungan, terutama dari sektor parkir tepi jalan yang baru mencapai 9 persen.

“Dishub yang paling rendah, per hari ini belum capai di angka 10 persen,” katanya.

Nasri berharap, evaluasi ini bisa menjadi acuan bagi OPD untuk meningkatkan kinerja pengelolaan PAD serta lebih fokus dalam menggarap potensi-potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal.

“Kita berharap kedepan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *