
Ternate, HN – Kegiatan fisik Pemerintah Kota Ternate pada tahun 2022 belum sepenuhnya terlaksana. Salah satunya penataan kawasan kuliner di belakang Jatiland Mall, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.
Pekerjaan penataan kawasan kuliner ini menggunakan APBD tahun 2022 sebesar Rp 6 miliar untuk tiga OPD. Namun, yang terlaksana hanya dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas PUPR. Smentara Disperindag batal mengerjakan proyek tersebut.
Pantauan halmaheranesia di lokasi, para pekerja bangunan tersebut juga telah mengeluh terkait upah yang dijanjikan pihak kontraktor maupun pemerintah kota.
Lan, salah satu pekerja pada proyek tersebut menyebutkan, sampai saat ini upah mereka belum dibayarkan. Sementara pihak Pemkot telah mendesak agar pekerjaan ini bisa rampung pada Desember 2022 lalu.
“Torang (kami) punya doi (uang) harian yang Rp150 ribu saja belum diberikan, padahal kami kerja siang hari malam, sementara upah sesuai dengan perjanjian awal saja belum terima sampai sekarang,” kesal Lan saat ditemui pada Senin, 2 Januari 2023.
Ia menambahkan, saat ini dirinya bersama para pekerja lainnya tidak bisa bekerja karena masih menunggu bahan.
“Kami cuma duduk-duduk saja. Mau kerja tapi tidak ada bahan. Sementara untuk pekerjaan sesuai dengan waktunya hanya 40 hari kalender. Jadi kalau sampai upah kami tidak dibayar, kami akan bongkar, karena hak kami tidak diberikan,” tegasnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Rus’an Taib, mengatakan untuk pekerjaan tersebut, pihak PUPR hanya mengerjakan penataan pedestrian kawasan kuliner dengan anggaran Rp 2 miliar dari APBD 2022.
“Jadi nanti dimasukan pada anggaran tahun 2023 untuk melunasi utang di anggaran 2022 yang belum sempat dibayar,” katanya.
Mengenai progres pekerjaan, kata dia, saat ini untuk segmen satu sudah 60 persen, kemudian segmen dua sudah capai 80 persen. Ini ditargetkan pada pekan kedua bulan Januari sudah harus rampung.
“Jadi nanti kita langsung bayar luncuran anggaran 2022 punya menggunakan anggaran 2023,” pungkas Rus’an.