Halmaheranesia – Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pekerjaan fisik di Kota Ternate tahun 2025 mengalami penurunan signifikan sebesar 85 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate, Abdullah Hi M Saleh, menyatakan bahwa jumlah DAK Fisik tahun ini hanya sekitar Rp 6 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan alokasi Rp 37 miliar pada tahun sebelumnya.

“DAK tahun lalu sebesar Rp 37 miliar, sedangkan tahun ini turun menjadi sekitar Rp 6 miliar lebih,” ucap Abdullah, Rabu, 8 Januari 2025.

Menurut dia, DAK Fisik tersebut tersebar di beberapa dinas di Kota Ternate dengan rincian di antaranya Dinas PUPR Rp 2,3 miliar, Dinas Pendidikan Rp 1,6 miliar, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Rp 1,4 miliar, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Rp 1,4 miliar.

Terkait turunnya DAK, Abdullah menjelaskan bahwa dirinya hanya bertugas mengelola dana masuk dan keluar, sehingga alasan teknis penurunan DAK disarankan ditanyakan langsung kepada dinas terkait.

“Kalau soal penyebab penurunan, tanyakan ke dinas teknisnya. Saya hanya mengelola keuangan, bukan mengusulkan DAK,” ujarnya.

Meski begitu, kata dia, penurunan alokasi ini dinilai berdampak besar pada pembangunan daerah, khususnya pada pekerjaan fisik yang selama ini mengandalkan dana dari pemerintah pusat.

“Penurunan ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Ternate untuk tetap melaksanakan pembangunan yang direncanakan dengan anggaran yang terbatas,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *