
Halmaheranesia – Sejumlah dosen Universitas Khairun (Unkhair) yang terhimpun dalam Aliansi ASN Kemendikti Saintek (ADAKSI) menggelar aksi terkait belum dibayarkannya tunjangan kinerja (tukin) dosen. Aksi ini dibuat di halaman Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair, Kota Ternate, pada Senin, 3 Februari 2025.
Mereka mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) segera membayarkan tukin dosen. Tukin ini belum dibayarkan terhitung selama lima tahun.
Aksi ini dibuka dengan pembacaan petisi oleh Dekan FIB Unkhair, Nurprihatina Hasan. Selain itu, mantan Rektor Unkhair, Prof Gufran Ali Ibrahim, juga diberi kesempatan untuk berorasi di halaman fakultas.
Koordinator aksi, Safrudin Amir, menyatakan hari ini seluruh dosen ASN di Indonesia melakukan aksi serentak.
“Tuntutan kami, tukin harus dibayar full. Tidak boleh membayar selisih, karena kami melihat kebijakan pemerintah itu menggabungkan tunjangan sertifikat dosen (serdos) dan tukin. Ini sudah menyalahi aturan, karena dua tunjangan itu mempunyai porsinya secara sendiri,” kata Safrudin.
Ia menegaskan, tukin dari sejak tahun 2020 harus segera dibayarkan, khususnya untuk dosen yang berada di bawah Kemendikti Saintek. Hal itu sebab tukin dosen di bawah Kementerian Agama sudah terbayar sejak 2018. Sehingga itu, baginya perlu ada keadilan dan hak yang harus menjadi perhatian oleh negara.
“Masa negara yang berutang ke luar negeri bisa membayar dengan bunga, sementara kami selama lima tahun negara tidak bisa membayar dengan alasan kompilasi aturan, sementara aturan mengatur tentang hak kami sebagai dosen. Jadi negara saat ini sedang berutang ke kami,” pungkasnya.
______
Reporter: Musmaulana