Halmaheranesia – Leandra Mikha Pasaribu, siswa kelas 2 SD Hohidiai, Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara, mewakili Indonesia dan berhasil menjuarai final Olimpiade Global English Language Olympiad of South East Asia (GELOSEA) tahun 2025 yang digelar di Korea Selatan.

Leandra, gadis kecil asal Desa Gosoma, kota kecil Tobelo di Indonesia Timur ini menempuh perjalanan selama beberapa hari secara mandiri demi bisa tiba di Negeri Ginseng dan mengikuti kompetisi tingkat internasional.

“Dia memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan berprestasi. Dia juga sangat excited karena ini pertama kalinya ke Korea dan ikut kompetisi global seperti final internasional ini,” kata Jeine Stela Akualing, ibu Leandra, saat dihubungi halmaheranesia, Selasa, 8 April 2025.

Menurut Jeine, Leandra didaftarkan secara mandiri oleh orang tua untuk mengikuti kompetisi GELOSEA. Pendaftaran ini dilandasi oleh minat dan pengetahuan Leandra yang tinggi dalam menguasai kosa kata bahasa Inggris.

“Jadi proses seleksinya dimulai dari babak penyisihan, daftarnya secara online. Puji Tuhan, dia lolos penyisihan dan melaju ke final internasional. Ini daftar mandiri, tidak melalui sekolah,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bahwa soal-soal dalam proses seleksi terbilang cukup mudah atau berada di atas rata-rata untuk Leandra. Namun pada babak final, tantangan lebih besar dihadapi.

“Tapi syukurlah, meskipun soalnya sangat menantang dan ada kesulitan, Leandra bisa melewatinya. Meskipun dituntut untuk menguasai banyak kosa kata bahasa Inggris, dia tetap bisa menyelesaikannya,” jelas Jeine.

Ia menambahkan, pada final GELOSEA ini, kurang lebih ada 400 peserta dari negara-negara di Asia Tenggara yang ikut ambil bagian. Sementara khusus dari Indonesia, ada beberapa sekolah yang menjadi perwakilan, termasuk dari Maluku Utara.

“Kita tidak dapat daftar pasti nama-nama perwakilannya. Tapi, kata pembimbing Leandra, sekitar 400-an peserta ikut dalam ajang ini,” ujarnya.

Jeine mengaku, Leandra telah belajar bahasa Inggris sejak usia dua tahun. Meski pada awalnya masih terbata-bata dan kekurangan banyak kosa kata, proses belajar tetap dilakukan secara konsisten di rumah oleh orang tuanya.

“Di sekolah juga ada pelajaran bahasa Inggris, dan dia juga ikut kursus. Jadi selain belajar di sekolah, dia juga belajar di rumah,” tambahnya.

Untuk prestasi yang pernah diikuti dan diraih Leandra pada olimpiade bahasa Inggris dan sains di antaranya, menang Ruby Award pada Kompetisi Sains di Japan International Science and Math Olympiad (JISMO) 2024. Kemudian menang medali emas pada International Science Challenge Olympiad (National Round) 2024.

Selanjutnya menang medali emas pada bidang sains, Philippines International Math and Science Olympiad (PIMSO), babak penyisihan nasional, menang medali perunggu pada kompetisi Indonesian Youth Science and Language Olympiad (IYSLO) 2024. Menang medali perunggu pada bidang bahasa inggris, Asian Science and Math Olympiad (ASMO National Round) 2024.

“Dan sekarang menang Bronze Award pada final olimpiade bahasa Inggris Internasional, Global English Language Olympiad of South East Asia (GELOSEA) 2025,” jelasnya.

Ia mengungkapkan rasa bangganya atas capaian Leandra yang berhasil menang di babak final dan mengharumkan nama Indonesia.

“Perjalanan selanjutnya masih panjang. Semoga Leandra tetap semangat, rajin belajar, rendah hati, dan terus memuliakan Tuhan,” katanya.

Ia juga berharap generasi muda di Tobelo dan Maluku Utara yang memiliki talenta serta prestasi terus mengembangkan semangat belajar dan berjuang untuk meraih prestasi.

“Semoga pendidikan dan pengembangan prestasi di daerah ini makin maju, sehingga semua anak mendapat banyak kesempatan untuk berkembang dan mengukir prestasi,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *