
Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menunjukkan komitmen serius dalam mendukung kelancaran ibadah haji tahun 2025 denganmengalokasikan anggaran sebesar Rp 11 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Maluku Utara, Kadri Laetje, mengatakan bahwa anggaran tersebut ditujukan untuk mendukung seluruh kebutuhan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Maluku Utara.
Dana tersebut kata dia, mencakup pelayanan dari Asrama Haji Ngade di Ternate, transit di Asrama Haji Sudiang Makassar, hingga proses pemulangan kembali ke tanah air.
“Ini merupakan bentuk keseriusan Gubernur Sherly Laos dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan jamaah haji kita. Dana Rp 11 miliar ini akan dikelola secara maksimal untuk mendukung penyelenggaraan haji yang lebih baik,” ujar Kadri.
Ia mengaku, dari total anggaran tersebut, porsi terbesar yakni Rp 7,5 miliar, digunakan untuk pembiayaan carter pesawat.
Ia mengaku, saat ini Pemprov Maluku Utara telah resmi menjalin kerja sama dengan maskapai Lion Air dalam pengadaan layanan penerbangan khusus jamaah haji.
Penandatanganan kontrak dilakukan di Kantor Pusat Lion Air Group, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Lion Air akan melayani penerbangan jamaah melalui 12 kali penerbangan dari Ternate menuju Makassar dan sebaliknya.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, dengan memastikan kenyamanan, keamanan, kesehatan, serta ketepatan waktu selama proses keberangkatan dan kepulangan jamaah,” tambahnya.