Halmaheranesia – Pemerintah Kota Ternate tengah merancang proyek reklamasi untuk pembangunan zona ekonomi baru yang berlokasi di wilayah Ternate Selatan. Proyek berskala besar ini rencananya akan melibatkan investor ternama dari Jakarta.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan bahwa investor yang akan menggarap proyek ini sudah diajak berkomunikasi dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pemerintah kota.
“Yang jelas, kita akan menggandeng investor besar dari Jakarta. Mereka juga sudah memiliki banyak pengalaman dalam membangun dan menangani proyek-proyek besar,” ucap Rizal pada Senin, 19 Mei 2025.
Meski demikian, Rizal belum mengungkapkan identitas investor yang dimaksud, namun ia memastikan bahwa pihak investor telah menunjukkan minat yang serius.
“Intinya mereka sudah berminat. Kita tinggal mempresentasikan konsep pembangunannya,” tambahnya.
Rizal menegaskan bahwa proyek reklamasi ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate, mengingat nilai investasinya yang sangat besar.
“Proyek ini tidak menggunakan APBD. Anggarannya sangat besar. Bukan hanya untuk Ternate Selatan, tapi juga akan mencakup Ternate Utara,” katanya.
Ia juga mengaku, rencana reklamasi ini merupakan bagian dari skema awal pemerintah sebelumnya, dan akan dituntaskan di masa pemerintahan Wali Kota Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar.
Reklamasi akan dipusatkan di empat kelurahan, yaitu Fitu, Gambesi, Sasa, dan Jambula. Namun hingga kini, pemerintah belum melakukan sosialisasi kepada warga karena proyek ini masih dalam tahap perencanaan jangka panjang.
“Tahun 2026 kita akan mulai sosialisasi. Untuk sekarang, semua administrasi sedang dipersiapkan,” ungkap Rizal.
Terkait material timbunan untuk reklamasi, pemerintah akan bekerja sama dengan sejumlah pihak. Sebagian material akan diambil dari dalam wilayah Ternate, dan sisanya dari luar daerah.
“Dalam dokumen AMDAL sudah dijelaskan berapa gunung yang akan dipapas untuk kebutuhan material. Jadi sebagian material kita pakai yang sudah ada di sini, sebagian lagi dari luar,” jelasnya.
Ia berharap proyek ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di pusat kota serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Ternate.
“Ini konsep besar dan waktunya jangka panjang. Kita butuh dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan proyek ini,” pungkasnya.





