Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur, Sarbin Sehe, menandai 100 hari masa kepemimpinannya dengan capaian konkret di bidang pendidikan, kesehatan, konektivitas, dan perlindungan sosial.
“Seratus hari memang singkat, tapi cukup untuk menyalakan obor perubahan,” kata Sherly dalam pernyataan reflektifnya.
Menurut dia, tiga janji dasar yang mereka rumuskan sejak hari pertama, yakni pendidikan gratis, layanan kesehatan tanpa hambatan biaya, dan pengentasan kemiskinan melalui konektivitas antarpulau, perlahan mulai diwujudkan.
Ia menjelaskan, di sisi kesehatan, Pemprov telah mempercepat pembangunan RS di Pulau Taliabu dan Halmahera Timur serta menandatangani UHC Prioritas bersama BPJS. Mulai 1 Juni, layanan kesehatan cukup diakses dengan NIK; efektif penuh pada 10 Juni.
“Seluruh warga Maluku Utara bisa berobat di rumah sakit mana saja di Indonesia,” jelasnya.
Sementara untuk pendidikan, digratiskan dan diperluas. Pungutan komite sekolah dicabut, Rp 34 miliar BOSDA dianggarkan, dan lebih dari 2.000 ijazah siswa yang sempat tertahan telah dikembalikan.
“Mulai Juli, sekolah swasta dan madrasah juga terima BOSDA. Pembangunan dan rehab 118 sekolah didukung APBD dan APBN, serta peluncuran Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru,” ujarnya.
Selain itu, ada program beasiswa “Maluku Utara Bangkit” membuka akses ke 53 negara melalui kerja sama dengan 27 kampus dalam negeri dan LPDP.
Kemudian, perlindungan sosial dan respons cepat seperti operasi pasar digelar untuk mengendalikan inflasi. Tiket mudik disubsidi 50 persen bagi penumpang kapal laut, dan 1.076 jamaah haji menerima uang saku Rp 1 juta serta dukungan penerbangan langsung ke Makassar.
Pemprov Maluku Utara juga MoU (membuat nota kesapahaman) dengan Polda, Kodam, dan Kejati untuk jaminan hukum dan keamanan investasi. Job fair menyerap 12.252 pelamar dan program magang ke Jepang resmi dibuka.
Sherly juga menegaskan, usulan proyek jalan-jembatan senilai Rp 8 triliun tengah difinalisasi. Di sektor kelautan, program Rp 50 miliar diluncurkan di Kampung Nelayan Modern Dufa-dufa. Pembangunan 700 rumah layak huni, dapur sehat, dan air bersih juga dimulai.
“Semua ini untuk rakyat Maluku Utara, dan untuk mimpi besar almarhum Benny Laos,” kata Sherly.
Sherly menegaskan komitmennya untuk terus bekerja berdasarkan Asta Cita Presiden Prabowo, memperkuat SDM, ketahanan pangan, dan menghadirkan keadilan nyata.
“Saya tidak akan berhenti belajar, mendengar, dan bekerja,” pungkasnya.





