
Halmaheranesia – Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Pulau Morotai, Anhar Tufure, mengungkapkan sepanjang dua tahun terakhir, tercatat sebanyak 60 kasus HIV ditemukan di wilayah Morotai.
Anhar merincikan, pada tahun 2024 terdapat 44 kasus yang teridentifikasi, sementara di tahun 2025 hingga bulan Juni ini, telah ditemukan 16 kasus baru.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, tahun ini memang lebih sedikit, tapi total selama dua tahun sudah ada 60 kasus,” ujar Anhar, Rabu, 2 Juli 2025.
Ia menjelaskan, bahwa rata-rata penderita HIV di Morotai adalah orang dewasa yang merupakan warga asli Pulau Morotai dan menetap di Morotai
“Bukan pendatang, mereka asli dan bukan orang yang sudah keluar baru kembali ke Morotai,” ucapnya.
Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan apakah penularan virus tersebut terjadi di wilayah Morotai atau berasal dari luar daerah.
“Tapi kami juga belum tahu apakah yang terkena ini mereka yang bergaul dengan orang luar Morotai atau bagaimana, kami belum tahu pasti,” jelasnya.
Ia juga merencanakan langkah pencegahan dan penanganan dengan terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin serta memberikan pendampingan kepada penderita.
“Kami selalu anjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin. Pihak Dinas Kesehatan juga berkomitmen untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan HIV serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat,” pungkasnya.
____
Reporter: Risaldi S.