Halmaheranesia – Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, memenuhi janji politiknya dengan mendorong pembangunan tiga unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di tiga kecamatan terluar, yakni Batang Dua, Hiri, dan Moti (Bahim).
Menariknya, pembangunan tiga SPBU tersebut tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan ditangani oleh pihak swasta melalui sistem korporasi.
“Progres pembangunan belum tahu berapa persen. Nanti saja dicek. Sebab ini sistemnya ditangani korporasi atau swasta, jadi tidak mungkin ada APBD,” jelas Nasri, Selasa, 8 Juli 2025.
Nasri yang juga menjabat Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Maluku Utara itu menegaskan bahwa seluruh pembangunan SPBU di wilayah ini tidak pernah menggunakan dana pemerintah.
Ia mengungkapkan, investasi pembangunan satu unit SPBU bisa menelan anggaran hingga miliaran rupiah.
“Pokoknya kalau membangun satu SPBU, itu minimal investasinya Rp 2 miliar. Kalikan dengan 3 unit SPBU, hasilnya Rp 6 miliar,” ungkapnya.
Menurut Nasri, semua SPBU di Maluku Utara dibangun oleh investor swasta dan bekerja sama langsung dengan PT Pertamina sebagai penyuplai minyak.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk mendekatkan pelayanan energi ke wilayah-wilayah terluar yang selama ini masih kesulitan akses BBM,” pungkasnya.





