
Halmaheranesia – Pengambilan pasir pantai yang dimanfaatkan untuk proyek bangunan besar marak terjadi di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Pantauan halmaheranesia, pengambilan pasir terlihat di pesisir Desa Sambiki, Kecamatan Morotai Timur, serta Desa Daeo, Sabala, Sabatai Baru, dan Momojiu, Kecamatan Morotai Selatan.
Ul, salah satu warga ketika ditemui mengaku, aktivitas pengambilan pasir sudah terpantau lama dan hal itu membuat mereka merasa tidak nyaman.
“Pengambilan pasir menggunakan dump truck, setiap hari pasti ada, dan ini terjadi bukan baru beberapa bulan ini, tapi sudah terjadi bertahun-tahun,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, bahwa pengambilan pasir bukan untuk membangun rumah pribadi, tapi untuk proyek yang berskala besar.
“Akibat dari pengambilan pasir ini, wilayah sekitar manjadi terdampak, pohon kelapa roboh yang mengakibatkan sejumlah hasil panen buah kelapa menurun,” tuturnya.
Ia juga menyesalkan sistem kontrol pemerintah daerah yang abai dengan masalah ini, apalagi persoalan seperti ini dapat berdampak pada abrasi pantai dan kerusakan ekologi.
“Dulu tempat wisata tanjung pinang menjadi pilihan untuk berlibur ketika hari Minggu tiba, kita akibat dari pengambilan pasir yang tak terkontrol sehingga wilayah wisata tersebut kini rusak parah,” pungkasnya.
____
Reporter: Risaldi S.