02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Januari-Juni 2025, Angka Kekerasan Anak di Ternate Capai 18 Kasus

halmaheranesia
Agustus 4, 2025 pada Kabar Daerah
Ilustrasi.

Halmaheranesia – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate mencatat kasus kekerasan anak di bawah umur dari bulan Januari – Juni 2025 mencapai 18 kasus.

Dari angka tersebut, terdapat beberapa jenis kasus seperti persetubuhan anak, pencabulan, inses, penelantaran anak, hak asuh anak, dan kasus TTPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) atau perdagangan anak di bawah umur.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak DP3A Kota Ternate, Fitriah Buamona menyebutkan, faktor penyebab kekerasan anak terjadi berawal dari pertengkaran orang tua serta kurang memberikan perhatian serius kepada sang anak.

“Selain broken home, ada juga pengaruh media sosial, karena orang tua juga kurang memerhatikan lingkungan mereka, sehingga mereka juga terpengaruh dan mulai bebas bergaul,” ucap Fitriah.

Ia mengaku, pihaknya saat ini tengah berupaya memberikan edukasi lewat sosialisasi terkait kekerasan anak di lingkungan sekolah maupun di tingkat kelurahan.

“Karena banyak yang kami tangani, ada anak-anak yang sering mendapatkan tekanan dari orang tua juga, apalagi orang tuanya yang sudah bercerai, terus hidup dengan ibu tiri mereka, sehingga membuat mereka sendiri yang melakukan pelaporan ke kami,” jelasnya.

Sementara itu, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Ternate, ketika dikonfirmasi menyebutkan, kasus kekerasan anak di bawah umur yang dilaporkan ke kepolisian selama Januari – Juli 2025, mencapai sembilan kasus.

Dari angka tersebut, terdapat tujuh kasus yang sudah diselesaikan melalui restorative justice. Sementara dua kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Bakry Syahruddin menambahkan, penyebab kasus kekerasan anak di bawah umur yang ditangani berawal dari masalah internal keluarga yang kurang harmonis. Sisanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, dan minuman keras (miras).

“Yang dominan itu masalah dari keluarga broken home, selain itu pengaruh dari minuman keras,” singkatnya.

_______

Reporter: Musmaulana

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU