Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus bergerak menjawab tantangan penyediaan hunian layak bagi warganya. Dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 3,2 triliun, Pemprov menyadari pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat lebih dari 207.000 jiwa warga pra-sejahtera di Maluku Utara yang membutuhkan perhatian khusus. Selain itu, terdapat sekitar 50 ribu unit rumah yang dinyatakan tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera.

“Kami bergerak mencari solusi. Kami memilih kolaborasi,” ujar Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, Rabu, 6 Agustus 2025 kemarin.

Sebagai langkah awal, Pemprov bersama kepala daerah dari Halmahera Tengah, Halmahera Barat, serta wakil bupati dari sejumlah kabupaten lainnya, menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Maruarar langsung merespons dengan mengalokasikan 1.000 unit rumah subsidi bagi Maluku Utara.

“Rumah subsidi ini ditujukan bagi ASN muda, buruh, dan pekerja informal, dengan skema cicilan terjangkau mulai dari Rp 1 juta per bulan. Ini menjadi harapan baru bagi banyak keluarga muda di Maluku Utara,” kata Sherly.

Gubernur Sherly juga sebelumnya melanjutkan koordinasi teknis dengan Dirjen Kawasan Permukiman, Fitrah Nur. Pertemuan tersebut membahas persiapan data dan langkah menuju pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026.

Program ini diharapkan dapat mengatasi persoalan rumah tidak layak huni, khususnya yang belum memiliki sanitasi layak maupun akses air bersih.

“Rumah layak bukan sekadar bangunan. Ia adalah fondasi masa depan. Dari rumah yang sehat dan aman, lahirlah anak-anak yang lebih kuat, keluarga yang lebih bermartabat,” tambah Sherly.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kementerian PKP terhadap upaya pembangunan rumah layak huni di daerah ini.

“Yang kita bangun bukan hanya rumah, tapi harapan. Bukan hanya atap, tapi masa depan,” pungkas Sherly.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *