
Halmaheranesia – Sebuah karya video musik berjudul ‘Zarita’ yang merupakan ungkapan sastra lisan dan dikaryakan oleh NOT5, resmi diluncurkan di platform YouTube.
Visualisasi dalam video musik tersebut mengangkat indentitas serta budaya lewat permainan masa kecil anak-anak di Maluku Utara.
Salah satu personil NOT5, Didi, mengatakan ‘Zarita’ juga merupakan bagian atau hasil dari kolaborasi beberapa rumah produksi seperti Dodoku dan Noide Studio hingga brand lokal seperti TadowClub yang merupakan sponsorship wardrobe dalam produksi video musik Zarita.
“Dalam produksi video musik Zarita tersebut, NOT5 berkolaborasi dengan komunitas Lapang Warisan untuk menampilkan beberapa permainan tradisional sebagai bagian dari video,” ujar Didi, Senin, 11 Agustus 2025.
Didi menuturkan, lagu-lagu dalam permainan masa kecil adalah gema dan nyanyian yang melampaui batas-batas tradisi serta imajinasi, juga suara yang terlahir dari bisikan sejarah.
“Yang mengalir bebas di setiap ritme dan kata, yang membentuk siklus tanpa ujung yang mengingatkan kita bahwa cerita-cerita tidak pernah benar-benar selesai, ia diwariskan dari generasi ke generasi,” ucap Didi, melalui rilisnya, Selasa, 12 Agustus 2025.
“Dalam setiap alunan, tradisi tidak hanya dikenang, tetapi diperbarui, mengaburkan batas antara masa lalu dan masa kini,” sambungnya.
Ia menambahkan, Zarita adalah adaptasi dari sastra lisan Ternate, yakni “Jarita” yang merupakan ruang di mana setiap langkah dan kata menjadi simbol, mengingatkan semua bahwa cerita terus berlanjut, berkembang, dan bersatu dalam ritme yang tak pernah berhenti.
“Kami mengubah fonem ‘J’ menjadi ‘Z’ sebagai tanda bahwa estafet telah berpindah di tangan generasi Z, inilah era Gen Z menemukan, menerjemahkan, dan menjadi Zarita,” pungkasnya.
______
Reporter: Andri R Mansur