
Halmaheranesia – Sebuah bangunan yang terletak di Pasar Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, tepatnya di lantai dua, diduga dijadikan ‘kos-kosan’ atau indekos untuk para pedagang.
Bangunan tersebut sebelumnya merupakan tempat rumah makan popeda. Pantauan halmaheranesia Rabu, 13 Agustus 2025, bangunan tersebut ditempati oleh beberapa pedagang dengan membuat sejumlah petakan untuk dijadikan kamar.
Salah satu pedagang, sekaligus penghuni kamar, yang tak mau namanya disebut menyampaikan, bahwa sebenarnya bangunan itu bukan kos-kosan, mereka hanya diizinkan tinggal setelah adanya relokasi pedagang di seputaran belakang Jatiland Mall.
“Dulu torang (kami) punya rumah makan di sini di samping bangunan ini, tapi karena torang juga dapat relokasi, torang diizinkan tinggal di bangunan itu, supaya torang tara (tidak) perlu bolak-balik, karena torang punya warung makan di sini, di lantai satu,” ucapnya.
“Meski begitu, torang tetap bayar tagihan (tinggal) sebesar Rp 552 ribu setiap bulannya ke pihak dinas pasar,” sambungnya.
Sementara itu, salah satu pedagang yang juga tak mau namanya disebut mengatakan, fungsi bangunan itu sudah mirip indekos. Karena memang ada yang sudah menatap di situ dan selalu membayar tagihan.
Ia meminta, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bersikap tegas dan segera menyelidiki bangunan itu, kemudian meminta penjelasan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) alasan di balik memanfaatkan bangunan yang dulunya pasar, diubah menjadi ‘kos-kosan’.
“Masalah itu sebenarnya sudah lama, waktu mereka masih berjualan di belakang Jatiland Mall. Bagunan itu kalau diperhatikan, bisa menjadi tempat para pedagang lain untuk berjualan, karena banyak keluhan pedagang yang tidak memiliki tempat yang layak, bukan dimanfaatkan sebagai kos-kosan,” pungkasnya.
Mengenai masalah ini, halmaheranesia sudah berupaya mengonfirmasi Kepala Disperindag Kota Ternate, Nursidah Dj. Mahmud, melalui WhatsApp, namun tidak ada respons sama sekali hingga berita ini diterbitkan.
______
Reporter: Andri R. Mansur