Halmaheranesia – Deklarasi City Sanitation Summit (CSS) XXIII sukses digelar di Ternate. Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), M. Dadang Supriatna, menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam penanganan sampah.

Menurut Dadang, CSS kali ini menunjukkan bagaimana kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah dapat berjalan seiring. Ia menilai Ternate menjadi contoh unik karena masyarakatnya disiplin dalam pengelolaan sampah.

“Tanpa kesadaran masyarakat, apapun konsep penanganan sampah tidak akan berhasil,” ungkap Dadang, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Dadang juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk daerah-daerah yang sudah menunjukkan komitmen dan inovasi. Ia berharap setelah deklarasi ini, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat semakin kuat, terutama dalam memastikan ketersediaan anggaran penanganan sampah.

Salah satu langkah nyata kolaborasi itu adalah penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dan Institut Teknologi PLN. Melalui kerja sama ini, sampah akan diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara untuk PLN di wilayah Ternate.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

“Melalui CSS ini, kita bisa memperkuat sinergi. MoU dengan Institut Teknologi PLN menjadi bukti bahwa sampah bisa diubah menjadi energi. Target kita pada 2030, Ternate bebas dari masalah sampah,” ujarnya.

Selain menghasilkan kerja sama, CSS XXIII juga menyepakati bahwa pelaksanaan CSS ke-24 tahun 2026 akan digelar di Banda Aceh, sekaligus menjadi forum Musyawarah Nasional AKKOPSI.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *