
Halmaheranesia – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pasifik (Unipas) Morotai melaksanakan unjuk rasa di depan kantor DPRD Pulau Morotai pada Senin, 1 September 2025.
Pantauan halmaheranesia, massa aksi dan pihak Satpol PP sempat ricuh. Namun dapat dilerai oleh pihak kepolisian yang berjaga di lokasi aksi.
Salah satu mahasiswa, Hasanudin, dalam orasinya menyampaikan agar Pemkab dan DPRD Pulau Morotai menyelesaikan sengketa lahan di Pulau Morotai.
”Sudah puluhan tahun kasus sengketa lahan terjadi di Pulau Morotai. Namun anggota DPRD tak bisa berbuat apa-apa,” ujar Hasanudin.
Hasanudin mengatakan, konflik sengketa lahan ini melibatkan warga dan pihak TNI. Sehingga itu membutuhkan langkah nyata dari DPRD untuk menyelesaikannya.
”Jangan hanya bentuk panitia khusus (pansus). Namun tak pernah selesai. DPRD ini hanya makan gaji buta dan hanya buang-buang uang saja,” tandasnya.
Koordinasi aksi, Rifaldi, menambahkan demonstrasi ini juga merupakan respons atas kenaikan tunjangan DPR dan meninggalnya ojek online (ojol) saat aksi di Jakarta.
”Kami meminta pada pihak keamanan (Polri) agar segera menyelesaikan kasus kematian Afan Kurniawan serta teman-teman lainnya dalam aksi demonstrasi beberapa hari lalu dan meminta pihak kepolisian untuk menyelesaikannya,” pungkasnya.
______
Reporter: Risaldi