Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar panen raya di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan, Rabu, 11 September 2025. Panen raya ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya target swasembada pangan.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos bersama Wakil Gubernur, Sarbin Sehe hadir langsung dan didampingi jajaran Forkopimda, Pupuk Indonesia, Bank Indonesia, Badan Pangan Nasional, serta mitra strategis dari sektor swasta.

Kehadiran para pihak ini menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya program pemerintah, tetapi hasil kerja bersama lintas sektor demi kesejahteraan rakyat.

Sherly menegaskan, Desa Sumber Makmur memiliki potensi besar menjadi lumbung pangan Halmahera Selatan. Panen perdana di lahan seluas 76,2 hektare ini adalah tonggak awal untuk memperluas produksi sekaligus meningkatkan hasil pertanian.

“Dukungan sarana produksi berupa pupuk, obat-obatan, alsintan, serta bantuan alat penggilingan padi khusus untuk Desa Sumber Makmur akan disediakan tahun ini,” kata Sherly.

Ia mengaku, petani Gane Timur juga memperoleh alokasi pupuk sebanyak 20 ton yang terdiri dari 8 ton Urea dan 12 ton NPK. Mekanisme distribusi pupuk diakuinya kini memasuki era digital.

“Kebutuhan pupuk harus diinput melalui Aplikasi Simultan pada periode September–November, lalu diumumkan pada Desember,” jelasnya.

Menurut dia, sistem berbasis NIK diterapkan agar subsidi pupuk benar-benar tepat sasaran. Untuk itu, penyuluh lapangan diharapkan aktif mendampingi petani. Dalam proses distribusi, Pupuk Indonesia juga melibatkan Koperasi Merah Putih sebagai mitra strategis agar penyaluran lebih dekat dan cepat menjangkau petani.

Dukungan lain datang dari Bank Indonesia yang menanggung biaya pengiriman alsintan ke Desa Sumber Makmur.

Menurut Sherly, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kelancaran distribusi sarana pendukung.

Sherly mengaku, pada hari yang sama, pihaknya melaksanakan Gerakan Pangan Murah dengan menyediakan 1.000 paket beras, minyak goreng, dan gula untuk masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga inflasi daerah tetap terkendali, sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

“Panen raya ini hanyalah permulaan dari perjalanan panjang menuju Maluku Utara yang mandiri pangan,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *