Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menegaskan pentingnya kualitas pembangunan rumah dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Hal itu disampaikan saat meninjau rumah milik Abjan Taher (51), warga Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Selasa, 16 September 2025.

Usai membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), Sherly menyempatkan diri meninjau progres pembangunan rumah Abjan yang sebelumnya hanya berdinding papan dan kini dibangun dengan material beton.

Ia meminta agar tenaga fasilitator bekerja sesuai aturan dan mengutamakan mutu bangunan.

“Saya tidak mau lagi mendengar laporan dari warga bahwa ada WC yang baru dibuat tapi sudah bocor,” tegas Sherly di hadapan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Malut, Hj. Musrifa Alhadar.

Sherly juga menaruh perhatian pada kondisi ekonomi keluarga Abjan yang hanya berpenghasilan sekitar Rp 500 ribu per bulan. Ia menginstruksikan pihak kelurahan melakukan verifikasi ulang untuk memastikan keluarga tersebut terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

“Pak Abjan segera bawa KTP ke kantor kelurahan untuk dicek, supaya ada pembaruan data,” pintanya.

Sementara itu, bagi Abjan dan istrinya, Aisa H. Usman, kehadiran Gubernur Sherly membawa secercah harapan baru. Rumah beton yang kini dibangun bukan hanya bangunan fisik, melainkan jawaban doa panjang yang mereka panjatkan.

“Syukur alhamdulillah, terima kasih atas bantuan Ibu Gubernur. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan umur panjang,” ucap Abjan.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *