Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mendorong progres pelaksanaan Festival Nyao Fufu (FNF) di Kampung Nelayan, Kelurahan Dufa-Dufa, yang dijadwalkan berlangsung pada 4–8 Oktober 2025.
Kepala DKP Maluku Utara, Fauji Momole, menjelaskan, saat ini kebutuhan utama FNF tinggal pada dukungan penganggaran. Menurutnya, proses tersebut sedang diupayakan agar bisa dimaksimalkan melalui perubahan anggaran.
“Mudah-mudahan alokasi yang dilekatkan ke DKP dalam perubahan ini bisa secepatnya terserap. Dengan begitu, kerja-kerja kepanitiaan dapat mempercepat proses kegiatan dan kebutuhan festival dapat ter-cover secara baik,” kata Fauji, Rabu, 24 September 2025.
Ia menjelaskan, rangkaian FNF akan memadukan empat poin utama, yakni bahari, ekonomi, kesehatan, dan budaya. Masing-masing poin akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Bahari misalnya, akan berkaitan dengan program DKP. Sementara budaya akan terhubung dengan Dinas Pariwisata, kesehatan dengan Dinas Kesehatan, dan sektor ekonomi tentu beririsan dengan banyak OPD,” terangnya.
Fauji menambahkan, FNF juga dirancang selaras dengan program pemberdayaan DKP untuk memaksimalkan produk-produk berbasis pangan ikan.
“Kalau kita lihat konteksnya dengan nyao fufu, berarti kan komoditinya ikan. Jadi kita lihat pengolahan produknya berupa apa, dan apalagi yang bisa menjadi bagian dari kreativitas produk,” jelasnya.
Ia berharap, keterlibatan OPD dengan program pemberdayaan dapat memberikan stimulus nyata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, upaya-upaya ini bisa berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.





