02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Dosen THP Unkhair Jadi Narasumber Kuliah Umum di Universitas Sahid

halmaheranesia
Oktober 6, 2025 pada Kabar Daerah
Dosen THP Unkhair, Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc, saat menjadi narasumber kuliah umum di Universitas Sahid. Foto (Istimewa)

Halmaheranesia – Dosen Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Khairun (Unkhair), Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc, menjadi salah satu narasumber dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan pada Kamis, 2 Oktober 2025 oleh Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Jakarta yang bekerjasama dengan Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan Universitas Sahid.

Kuliah umum dengan topik seputar pangan dan kesehatan tersebut juga menghadirkan narasumber lain, yaitu Dr. Diny Agustiny Sandrasari, ST., M.Si (Dosen Prodi Teknologi Pangan, Universitas Sahid) yang berbicara tentang “Potensi Minuman Sinbiotik dalam Pencegahan Penyakit Metabolik” dan Prof. Ardiansyah, Ph.D (Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Bakrie & Ketua P3FNI) yang membawakan materi berjudul “Research on Functional Foods and Nutraceuticals: Rice Bran as Functional Ingredients“.

Hasbullah yang juga merupakan Ketua PATPI Cabang Ternate membawakan materi dengan judul “Antidiabetic Potential of Nutmeg Mace”. Dalam kesempatan tersebut, dosen yang konsisten meneliti fuli sejak S1 hingga S3, bahkan dalam studi posdoctoralnya ini memaparkan tentang potensi antidiabetik fuli yang menjadi fokus penelitiannya dalam beberapa tahun tahun terakhir.

Potensi antidiabetik fuli dikajinya melalui studi literatur dengan melakukan suatu syatematic review yang kemudian dilanjutkannya dengan studi in vitro hingga ke studi in vivo yang menggunakan hewan percobaan.

Hasil kajian syatematic review-nya menemukan bahwa secara umum pala mampu memberikan efek positif terhadap perbaikan status glikemik pada tikus dan mencit. Hal menarik lain yang ditemukan dari kajian literaturnya adalah bahwa fuli menjadi bagian buah pala yang paling mampu untuk mereduksi glukosa darah pada tikus dan mencit.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan hasil studi in vitro yang dilakukannya, yang lagi-lagi menunjukkan bahwa fuli mampu menghambat aktivitas alfa amilase (salah satu enzim penghidrolisis pati), bahkan lebih baik dari akarbosa sebagai obat komersil untuk diabetes.

“Hasil temuan studi literatur dan studi in vitro yang telah saya lakukan sebelumnya menjadi argumen yang kuat untuk melanjutkan penelitian ke level studi in vivo menggunakan hewan percobaan,” paparnya dalam kuliah umum tersebut.

Hasil positif efek fuli terhadap perbaikan status diabetik juga ditemukannya melalui studi in vivo menggunakan tikus hiperglikemik. Sejumlah paramater glikemik (oral starch/glucose tolerance test, fasting blood glucose, HbA1c), termasuk parameter pendukung lainnya seperti water intake, body weight, relative weight of organs, menunjukkan hasil menjanjikan yang semakin menguatkan potensi antidiabetik dari fuli, salah satu komoditas khas Maluku Utara.

“Ke depan kami akan terus melanjutkan riset tentang potensi fuli ini ke level uji klinis,” jelasnya.

Kegiatan kuliah umum ini juga merupakan wujud implementasi dari MoU (Memorandum of Understanding) antara Usahid dan Unkhair yang telah ditandatangani oleh kedua Rektor masing-masing, Prof. Dr.Ir. Giyatmi, M.Si dan Dr. Ridha Adjam, M.Hum pada 23 Desember 2024 lalu di Aula Babullah Unkhair.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU