Halmaheranesia – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan pentingnya penguatan data dan penyelesaian akar masalah pendidikan saat kunjungan kerjanya ke Dinas Pendidikan, Rabu, 15 Oktober 2025.

Kunjungan tersebut bagian dari program Rabu Menyapa yang digagasnya untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas pelayanan publik.

Menurut Rizal, sektor pendidikan tidak bisa dikelola hanya dengan pendekatan administratif. Diperlukan data yang akurat agar setiap kebijakan dan program benar-benar menyentuh persoalan utama di lapangan.

“Saya ingin setiap masalah ditangani dari akarnya. Misalnya soal anak putus sekolah, bidang terkait harus punya program nyata dan terukur untuk mengatasinya. Semua butuh data yang akurat sebagai dasar kebijakan,” tegas Rizal.

Ia menilai, persoalan pendidikan di Kota Ternate masih kompleks, mulai dari pemerataan mutu hingga keterbatasan fasilitas. Karena itu, intervensi kebijakan harus berbasis fakta dan disusun secara bertahap sesuai skala prioritas.

“Kalau kita tidak tahu angka pastinya, tidak tahu kondisi sekolahnya, maka kebijakan yang dibuat akan meleset. Data adalah fondasi untuk memperbaiki sistem pendidikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Rizal ingin memastikan setiap OPD, terutama yang menangani sektor strategis seperti pendidikan, mampu membangun sistem kerja berbasis data dan sesuai hasil evaluasi di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya peran kepala bidang dalam melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah, mulai dari PAUD hingga SMP.

“Setiap kabid harus aktif turun ke lapangan. Jangan hanya menunggu laporan. Kita harus tahu langsung apa yang terjadi di sekolah-sekolah,” katanya.

Selain persoalan data, Rizal turut menyinggung keterkaitan antara mutu pendidikan dan sarana prasarana. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tidak akan efektif tanpa dukungan fasilitas yang memadai.

“Cerita tentang mutu pendidikan tidak bisa lepas dari fasilitas. Kalau sarana belajar tidak memadai, bagaimana kita bisa bicara kualitas,” ucapnya.

Meski anggaran daerah tengah mengalami rasionalisasi, Rizal meminta agar kondisi itu tidak menjadi alasan menurunnya kinerja. Ia mendorong OPD agar tetap kreatif dan adaptif dalam menyusun program prioritas.

“Kita harus kreatif. Keterbatasan anggaran jangan jadi alasan berhenti berinovasi. Fokus kita tetap pelayanan publik,” tutupnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *