02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Beri Klarifikasi, SPPG Ternate: 6 Siswa Alami Alergi Ringan, Bukan Keracunan

halmaheranesia
November 7, 2025 pada Kabar Daerah
Konferensi pers Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Ternate, di Kedai K6, Kelurahan Tanah Tinggi. Foto. (Andri R Mansur/halmaheranesia).

Halmaheranesia – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Ternate, Maluku Utara, memberikan klarifikasi terkait masalah dugaan keracunan yang menimpa 5 siswa SD Negeri 65 Jambula dan 1 siswa SD Negeri 59 Foramadiahi.

Klarifikasi ini disampaikan dalam konferensi pers di kedai K6, Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate, Jumat, 7 November 2025.

Kepala SPPG Dapur Kastela, Mirnawati, mengatakan untuk pengawasan di bagian dapur, pihaknya bekerja sudah sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), baik dari segi kualitas makanan, hingga proses distribusi ke setiap sekolah.

“Bahkan sebelum distribusi, kami lebih dulu mencoba makanan tersebut untuk memastikan kandungannya aman dikonsumsi, setelahnya baru diberikan ke setiap sekolah,” ucap Mirnawati.

“Selain siswa, makanan itu juga diberikan kepada ibu hamil, maupun di sekolah khusus, seperti Sekolah Luar Biasa (SLB), tapi mereka aman-aman saja, padahal mereka ini yang paling rentan,” katanya.

Ia menegaskan, bahwa 6 siswa yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie didiagnosa alergi ringan, termasuk 20 siswa yang sudah dipulangkan terlebih dahulu, mereka tidak mengalami keracunan.

Karena menurutnya, mereka selalu memastikan kualitas maupun kelayakan setiap bahan baku yang masuk ke dapur oleh ahli gizi sebelum makanannya diolah.

“Kesimpulan apakah makanan tersebut mengandung racun atau tidak, sampel makanannya masih di uji di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), hasilnya dua sampai tiga hari baru bisa kami terima,” ujarnya.

“Karena ini butuh tahapan pengecekan, kemudian ada masa inkubasinya, jadi belum bisa terima hasil atau berkesimpulan apakah makanan tersebut beracun atau tidak,” sambungnya.

Selain itu, kata dia, setelah kejadian kemarin, pihaknya bakal menjamin bahwa kedepannya kualitas makanan akan aman untuk dikonsumsi, karena mereka berencana bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Ternate.

“Meski belum ada proses pembicaraan dengan dinas kesehatan, kami akan coba membangun komunikasi dengan mereka, karena memang sejauh ini belum ada pengadaan alat itu,” ungkapnya.

“Kami akan menjamin makanannya aman dikonsumsi, jika ke depan ada temuan makanan benar mengandung racun, kami siap terima konsekuensi hukumnya,” tukasnya.

____

Reporter: Andri R. Mansur

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU