
Halmaheranesia – Jembatan Ake Busale pada ruas Saketa-Dehepodo, Kabupaten Halmahera Selatan, yang dikerjakan CV Wosso Mobon melalui proyek Dinas PUPR Maluku Utara Tahun Anggaran 2026, telah rampung 100 persen.
Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp3,3 miliar tersebut diselesaikan lebih cepat sebelum masa kontrak berakhir. Jembatan kini telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Alhamdulillah sudah selesai 100 persen, kami percepat supaya masyarakat bisa segera menggunakannya. Tetap sesuai spesifikasi teknis Dinas PUPR dan dalam pengawasan konsultan,” ujar Direktur CV Wosso Mobon, Reza Buang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu, 1 Oktober 2026, seluruh pekerjaan jembatan telah selesai dan sudah difungsikan untuk aktivitas warga, khususnya masyarakat yang setiap hari melintas di ruas Saketa-Dehepodo.
Jembatan Ake Busale memiliki peran penting sebagai penghubung antarwilayah di ruas Saketa-Dehepodo. Selain mendukung mobilitas warga, jalur ini menjadi akses distribusi hasil pertanian dan perkebunan serta kebutuhan pokok masyarakat.
Sejumlah warga Gane Barat mengaku bersyukur dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap keberadaan jembatan dapat semakin memperlancar aktivitas dan perekonomian masyarakat.
“Kami sangat bersyukur jembatan sudah jadi, aktivitas jadi lancar. Terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara yang sudah peduli kepada kami masyarakat Gane Barat,” ujar Ahmad.