08
Oktober
2026
Kamis - : WIB

Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Raksasa di Halmahera, Total Investasi Capai Rp180 Triliun

Iksan Muhammad
Oktober 8, 2026 pada Kabar Daerah
Presiden Prabowo Subianto saat memberi sambutan di area PT IWIP. Foto (Iksan Muhammad/halmaheranesia)

Halmaheranesia — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan proyek hilirisasi senilai US$10,2 miliar atau setara Rp180 triliun sekaligus melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis, 8 Oktober 2026.

Nilai investasi tersebut mencakup peluncuran 11 proyek program hilirisasi, yang terdiri atas komersialisasi empat proyek industri yang telah rampung serta peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk tujuh proyek industri baru di kawasan terpadu tersebut.

Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim investasi di Indonesia.

“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru di Kawasan Weda Bay Industrial Park,” kata Presiden dalam sambutannya.

“Saudara-saudara, apa yang dihasilkan dalam berapa tahun ini sungguh sesuatu yang patut kita banggakan. Untuk itu, saya di sini tegaskan komitmen pemerintah RI untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari manapun yang ditanamkan di bumi Indonesia,” tegas Prabowo.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan P Roeslani menjabarkan, total investasi strategis di kawasan IWIP tersebut mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. Sebagian dari investasi tersebut telah memasuki tahap produksi dan ekspor.

“Dari 11 itu, Bapak Presiden, 4 proyek sudah selesai dan melakukan komersial senilai US$3,4 miliar sudah selesai,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dari total 11 proyek tersebut, empat proyek telah selesai dan memasuki tahap komersial serta melakukan ekspor dengan nilai investasi mencapai US$3,4 miliar atau sekitar Rp60 triliun. Sementara tujuh proyek lainnya dengan nilai investasi US$6,8 miliar atau sekitar Rp120 triliun akan memasuki tahap pembangunan dan peletakan batu pertama.

Menurut dia, tujuh proyek baru itu mencakup pengembangan material baterai berbasis nikel, separator baterai kendaraan listrik (EV), elektrolit baterai EV, aluminium elektronik, alat berat berbasis listrik untuk sektor pertambangan dan industri, serta photovoltaic glass dan kebutuhan panel energi,” jelasnya.

“Investasi tersebut diproyeksikan menciptakan lebih dari 10.000 lapangan pekerjaan baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, kawasan IWIP sejak mulai dikembangkan pada 2018 telah menyerap investasi sekitar US$20 miliar. Dengan tambahan investasi baru, naka ditargetkan mencapai sekitar US$27 miliar.

“Kawasan industri itu juga telah menyerap sekitar 117.000 tenaga kerja. Sementara nilai ekspor dari kawasan tersebut mencapai sekitar US$11 miliar,” pungkasnya.

Sejumlah pejabat turut hadir mendampingi Prabowo dalam agenda tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, serta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Hadir juga Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan jajaran forkopimda Maluku Utara, Mr. Xiang Guangda, Founder and Chairman Tsingshan Holding Group, beserta jajaran pimpinan Indonesia Weda Bay Industrial Park, Mr. Chen Xue, Co-Founder and Chairman Zhejiang Huayou Cobalt Co.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU
close