
Halmaheranesia – Warga Desa Soalaipoh, Halmahera Timur, Maluku Utara mengeluhkan aktvitas mobil proyek untuk pengembangan perusahaan tambang di sekitarnya sangat mengganggu aktivitas.
Ilham Abdurajak, warga Desa Soalaipoh, mengatakan kendaraan pengangkut material dan kendaraan lain yang terlibat dalam pembangunan pabrik nikel PT Feni terpantau menggunakan jalan desa sebagai jalur mobilitas proyek.
“Debu masuk sampai ke pemukiman warga. Ini harus menjadi perhatian karena masyarakat sudah merasakan dampaknya,” kata Ilham, Rabu, 21 Oktober 2026.
M. Said Marsaoly dari Salawaku Institute, yang juga warga Halmahera Timur, menilai persoalan tersebut tidak bisa dipandang sebatas gangguan kenyamanan.
Menurutnya, ekspansi industri nikel yang dijuluki Proyek Dragon ini berpotensi memperbesar risiko kesehatan
masyarakat dan tekanan terhadap lingkungan hidup.
“Dampaknya sudah dirasakan saat pabrik nikel masih dalam tahap pembangunan. Bagaimana kalau pabriknya sudah mulai beroperasi. Dampaknya mungkin akan jauh lebih parah,” ujarnya.
Said memperingatkan, bahwa masyarakat beresiko menanggung konsekuensi kesehatan dalam jangka panjang, sementara manfaat ekonomi justru jauh dari kata adil.
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Maluku Utara mencatat bahwa kawasan Feni Haltim Industrial Park direncanakan mengoperasikan PLTU berkapasitas sekitar 680 megawatt (MW).
Dinamisator JATAM Maluku Utara, Julfikar Sangaji, menilai ekspansi industri tersebut akan berpotensi memperparah ruang hidup masyarakat pesisir, petani, dan nelayan.
Ia juga mengingatkan bahwa tekanan ekologis di Teluk Buli, Halmahera Timur, bukan persoalan baru. Wilayah tersebut telah menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan nikel.
Kawasan Feni Haltim Industrial Park mencakup area seluas total 3.023 hektare. Proyek tersebut diresmikan secara daring melalui seremoni peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025.
Adapun proyek industri nikel di kawasan itu melibatkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL), perusahaan patungan yang melibatkan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), produsen baterai asal Tiongkok.
CBL merupakan perusahaan patungan yang melibatkan CATL, Brunp, dan Lygend, yang bergerak dalam rantai pasok bahan baku baterai.
Hingga berita ini diterbitkan, halmaheranesia masih terus berupaya mengonfirmasi pihak perusahaan untuk meminta keterangan terkait masalah tersebut.