Halmaheranesia – Proyek pembangunan 49 unit hunian tetap (huntap) di Kelurahan Jambula, Kota Ternate, untuk korban banjir di Kelurahan Rua, telah selesai dibangun dan diserahterimakan. Namun, pemerintah belum melunasi pembayaran kepada pihak kontraktor.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan total anggaran mencapai Rp 20 miliar. Dari jumlah tersebut, pemerintah baru membayarkan Rp 5 miliar, sementara sisanya belum dilunasi karena keterbatasan anggaran pada akhir tahun 2024.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Penyediaan Perumahan Maluku Utara Balai Penyediaan Perumahan Maluku, Refi Latuamury, menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran terjadi akibat penutupan anggaran tahunan.
Namun, kata dia, karena proyek ini terkait bencana, pembangunannya tetap dilanjutkan terlebih dahulu.
“Kebutuhan awal diperkirakan sebesar Rp 17 miliar, tetapi setelah dihitung dengan biaya jasa konsultan, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 20 miliar. Saat ini, pelunasan anggaran telah diusulkan untuk tahun 2025,” ucap Refi, Rabu, 22 Januari 2025.
Ia menambahkan, bahwa sisa pembayaran akan dilunasi paling lambat akhir Januari atau awal Februari 2025.
“Kami berharap pelunasan ini segera terealisasi agar kewajiban kepada pihak kontraktor dapat diselesaikan,” pungkasnya.





