Halmaheranesia – Jalan sepanjang sekitar satu kilometer di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, kini berada dalam kondisi rusak parah. Padahal, jalan ini merupakan akses vital bagi mobilitas warga maupun aktivitas kendaraan tambang nikel milik PT. Harita Nickel.
Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut membuat aktivitas ekonomi terganggu. Akibatnya, warga Desa Kawasi terpaksa melakukan perbaikan secara mandiri melalui kerja bakti pada Senin, 7 April 2025.
Nurhayati, salah satu warga Desa Kawasi, mengatakan kerja bakti dilakukan secara swadaya oleh warga setempat, termasuk mereka yang tinggal di indekos sekitar desa.
“Pokoknya warga Kawasi dan beberapa orang yang tinggal di sini ikut kerja,” ujarnya kepada halmaheranesia.
Ia menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai tidak peduli terhadap kondisi jalan, padahal jalur tersebut juga dipakai untuk operasional mereka.
“Mereka bilang kampung ini mungkin mau dipindah, jadi tidak diperhatikan. Tapi kami tidak mau direlokasi,” ungkapnya.
Tak hanya perusahaan, pemerintah desa juga dinilai lepas tangan. Kepala desa disebut sudah pindah ke Eco Village yang disediakan perusahaan sejak tiga tahun lalu.
“Sudah lama pemerintah desa seakan tidak berfungsi,” tambah Nurhayati.
Senada, Jhoni Sar, warga lainnya menyebutkan jalan rusak dan berlubang ini sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir tanpa penanganan.
“Ini murni inisiatif warga tutup pakai semen. Kalau tidak, saat hujan pasti becek dan licin karena dilewati mobil perusahaan,” jelasnya.
Menurut Jhoni, sebagian jalan di desa sudah dibeton oleh pemerintah desa, namun kini rusak dan hanya ditimbun pasir.
“Kalau hujan, air tergenang dan warga sulit keluar rumah. Sangat mengganggu aktivitas,” pungkasnya.
Mengenai ini, halmaheranesia sudah berupaya menghubungi pihak perusahaan terkait jalan yang kerap yang dipakai untuk mobilitas Harita Nickel tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan belum ada respons dari pihak perusahaan.





