Halmaheranesia – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate segera memulai proses pembebasan lahan untuk mendukung alihfungsi gedung Plaza Gamalama Modern menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Ternate.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Ternate, Tonny S. Pontoh menjelaskan, proyek alihfungsi ini melibatkan sejumlah tim lintas instansi. Disperkimtan sendiri mendapat mandat khusus untuk menangani aspek pembebasan lahan.
“Untuk kami di Disperkimtan, tugasnya adalah membebaskan lahan,” ujar Tonny, Rabu 11 Juni 2025.
Tonny mengungkapkan, rencana pembebasan lahan sebenarnya telah ada sejak lama, namun belum terealisasi. Kini, pihaknya akan memulai proses pemetaan lahan sebagai langkah awal.
Ia juga menegaskan, penetapan harga lahan tidak bisa dilakukan sepihak oleh pemerintah daerah. Harga akan ditentukan oleh lembaga penilai independen (appraisal).
“Untuk menentukan harga per meter, harus ada appraisal yang turun langsung,” katanya.
Saat ini, menurut Tonny, masih ada kajian dari tim teknis lain, termasuk dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate yang menangani aspek teknis alihfungsi bangunan.
“Alihfungsi seperti ini memang membutuhkan kajian teknis yang komprehensif. Disperkimtan fokus pada urusan pembebasan lahannya,” pungkasnya.





