
Halmaheranesia – Rencana Pemerintah Kota Ternate mengalihkan fungsi bangunan Plaza Gamalama yang selama ini terbengkali menjadi rumah sakit daerah mendapat sorotan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ternate.
Ketua KNPI Kota Ternate, Samar Ishak, mengatakan dalam peruntukan tata ruang kawasan Gamalama, area tersebut adalah kawasan perdagangan jasa/barang, bukan fasiltas kesehatan atau bangunan rumah sakit.
Baca berita terkait: Alihfungsi Plaza Gamalama, Disperkimtan Ternate Buat Pemetaan Pembebasan Lahan
Baca berita terkait: Sosialisasi Alih Fungsi Plaza Gamalama Ternate Jadi RSUD Segera Dimulai
“Sehingga agak keliru jika pemkot mengalihkan bangunan Plaza Gamalama ke bangunan RSUD,” ucap Samar, Selasa, 17 Juni 2025.
Baginya, rencana pemerintah kota ini hanya menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tanpa perencanaan yang matang.
“Sebab bangunan plaza yang dibangun dengan APBD puluhan miliar itu tidak ada parkiran, maupun ruang terbuka hijau, business plan-nya juga tidak terlihat di publik, makanya para investor tidak berani untuk investasi,” paparnya.
“Sangat disayangkan Plaza Gamalama yang menjadi ikon publik Ternate saat ini tidak terurus dan seperti rumah hantu,” sambungnya.
Ia mengaku, jika dialihkan menjadi rumah sakit, maka seluruh bangunannya akan dibangun ulang dan butuh biaya yang besar.
“Kita dan publik Ternate patut pertanyakan ini, ada apa? Karena rencana pemkot bangun RSUD di kawasan reklamasi Kayumerah-Kalumata (juga) tidak terlaksana,” jelasnya.
Samar lantas menyarakan, bangunan Plaza Gamalama dialihkan menjadi Rental Office (penyewaan kantor) atau sekretariat bersama kepemudaan di Kota Ternate.